RUTENG, FLORESPOS.net-Dalam memenuhi tuntutan pendidikan yang standar secara Nasional, Manggarai melalui Dinas Pendidikan bergerak maju dengan berupaya mengikuti aturan-aturan yang berlaku di negeri ini.
Hasilnya apa yang dilakukan mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek RI dengan memberi dua penghargaan bidang pendidikan untuk Manggarai.
Ketika berbicara pada momen pembukaan turnamen bola voli tingkat kabupaten yang diadakan PGRI Cabang Manggarai di Ruteng, Rabu (1/11/2023), Kadis Pendidikan Frans Gero juga menyampaikan informasi perkembangan pendidikan tahun ini.
Salah satunya adanya penghargaan yang diberikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek RI untuk pendidikan di Manggarai.
“Kita dapat dua penghargaan dari Kementerian untuk Manggarai. Ini motivasi untuk kita semua dalam mengurus pendidikan menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Dikatakan, kategori dari penghargaan tersebut, yakni dalam bidang peningkatan pelaksanaan kurikulum merdeka belajar.
Penilaiannya, Manggarai sangat tinggi. Karena itu, mendapat apresiasi dengan diberikan piagam penghargaan.
Manggarai masuk kategori terbanyak di Provinsi NTT dalam hal aktivasi penggunaan akun belajar sebanyak 6.077 aktivasi.
Lalu, penghargaan yang satu lagi dalam hal kepesertaan guru penggerak. Manggarai masuk kategori banyak guru penggerak di provinsi ini juga.
Menurutnya, penghargaan itu bukan atas pencapaian pribadi-pribadi, melainkan hasil kerja banyak orang.
Semua guru, tenaga kependidikan, dan lembaga terkait, dan pemerintah daerah yang berkontribusi memajukkan pendidikan dari waktu ke waktu.
Pencapaian ini, lanjut Kadis Frans Gero, kiranya melecut semangat semua unsur pendidikan agar terus bekerja dalam koridor dan standar-standar yang berlaku secara Nasional.
Untuk Manggarai, standar pelayanan minimal harus terus ditingkatkan. Semua tahu unsur yang mempengaruhi standar minimal dunia pendidikan.
Untuk itu, semua harus bertanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Kalau semua berkomitmen, maka apa yang diinginkan bisa terwujudkan nantinya.
Ketika itu, Ketua PGRI Manggarai, Yohanes Don Bosco sempat menyentil bahwa guru yang sehat bisa bekerja maksimal dan bisa menjalankan program-program bidang pendidikan sehingga tercapai apa yang diinginkan.
“Kita semua ingin bergerak maju untuk memajukan pendidikan. PGRI adalah wadah untuk membentuk itu,” katanya.
Sebelumnya Ketua Panitia Simon Manggu menekankan bahwa PGRI menginginkan para anggotanya untuk mendukung semua program pemerintah.
“Dukung program untuk memajukan, menyejahterakan, mencerdaskan, dan mengoptimalkan kompetensi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik,” ujar Simon yang juga Ketua Dewan Pastoral Paroki Katedral Ruteng itu. *
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










