RUTENG, FLORESPOS.net-Dalam mengisi jadwal kampanye Pilpres di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Jumat (26/1/2024), Capres RI Ganjar Pranowo menyempatkan diri menjejakkan kakinya di Istana Keuskupan Ruteng.
Kehadiran Capres Ganjar Istana Keuskupan Ruteng disambut antusias para pemimpin Keuskupan Ruteng seperti Uskup Mgr. Sipri Hormat, Vikjen Rm. Alfons Segar, para Vikep, Direktur Puspas Rm. Marthin Chen, Rektor Unika St.Paulus, Rm. Maxi Regus, para pastor, para suster, tokoh lintas agama sejak pagi hari.
Cuaca yang tidak bersahabat tidak menyurutkan semangat menunggu dan menerima kedatangan Capres Ganjar dan jajarannya yang sebagian telah tiba di Ruteng seperti Caleg Ansy Lema, Caleg Andreas Hugo Parera, Caleg Herman Hery, dan para petinggi Parpol pengusung Ganjar-Mafud dan tim pemenangan dari tingkat Nasional, Provinsi, hingga kabupaten.
Pantauan Florespos.net, dalam kunjungan silaturahmi itu, di istana Keuskupan, Capres Ganjar diterima secara adat dan dikenakan pakaian adat yang dilengkapi dengan parang.
Usai bertemu jajaran keuskupan dan para tokoh lintas agama, Capres Ganjar sempat menanam pohon kompleks belakang Istana Keuskupan bersama Uskup Mgr. Sipri Hormat.
Uskup Sipri dalam sapaan resmi menyatakan apresiasi tinggi kepada Capres Ganjar yang dengn penuh perjuangan datang ke Manggarai. Tidak saja karena wilayah ini di pinggiran, juga cuaca yang kurang bersahabat.
“Apa yang terjadi ini merupakan pilihan dan sekaligus menjadi ekspresi karakter kepemimpinan Capres Ganjar selama ini,” katanya.
Dikatakan, kehadiran Capres Ganjar sudah pasti sangat diingat dan menjadi catatan sejarah untuk daerah ini umumnya dan Keuskupan Ruteng khususnya.
Sebagai seorang pemimpin yang telah berdedikasi untuk kesejahteraan rakyat diyakini bahwa pandangan dan program pasangan Ganjar-Mafud akan membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara ini.
Semangat kepemimpinan yang berbasis keadilan sosial dan prinsip keberlanjutan sejalan dengan prinsip yang dianut gereja Keuskupan Ruteng.
Ketika itu Uskup Sipri juga menyentil soal etika berpolitik. Seorang pemimpin politik harus memegang teguh moral dan etika. Dua hal itu menjadi modal yang kokoh dalam membangun bangsa.
“Saya berharap Bapak Ganjar menjadi teladan kepemimpinan yang berkeadilan, kebenaran, dan kasih,” katanya.
Capres Ganjar mengatakan, merasa terhormat datang dan bertemu Uskup dan jajarannya bersama para tokoh lintas agama.
“Tadi saya simak betul apa yang disampaikan Uskup. Apa yang disampaikan sangat kontekstual dalam situasi hari ini. Pesannya terasa menusuk jantung saya,” katanya.
Pesan Uskup itu mengingatkan bahwa di atas politik itu ada kemanusiaan, moral, dan etika. Politik bermoral dan beretika sangat berguna dalam membangun kehidupan bersama, negara, dan bangsa ini.
Ketika itu Capres Ganjar menegaskan bahwa dirinya tidak risau dengan suasana politik saat ini. Tidak juga risau dengan hiruk pikuk yang terjadi dalam proses demokrasi sekarang ini.
Mengapa? Pihaknya sudah yakin sudah ada pemenangnya. Karena sudah digariskan.
“Karena itu, kita tidak perlu saling menyakiti satu sama lain,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










