RUTENG, FLORESPOS.net-Tidak banyak yang tahu seperti apa sakit yang diderita Rm. Beny Jaya selama ini hingga meninggal dunia di Jakarta, Kamis (18/4/2024) malam.
Sedikit informasi dari Komsos Puspas Keuskupan Ruteng, Jumat (19/4/2024) pagi, kalau kondisi kesehatan Romo Beny menurun dalam sebulan terakhir pasca jantungnya dioperasi.
“Kesehatannya terus turun selama sebulan terakhir ini,” ujar Ketua Komsos Rm. Erik Ratu.
Ditanya apakah benar kondisi kesehatan Almarhum memburuk parah sehingga dilarikan ke rumah sakit pas minggu pekan suci Paskah yang lalu, Romo Erik menyatakan tidak bisa memastikannya.
Selain itu, Romo Beny mengalami gangguan ginjal serius sehingga dalam beberapa tahun terakhir ini rutin menjalani cuci darah.
Romo kelahiran Tentang, Kecamatan Ndoso, Mabar tahun 1966 itu merupakan salah satu pastor senior di Keuskupan Ruteng. Tahun-tahun terakhir ini, Romo Beny menjadi pastor kategorial di Labuan Bajo, Mabar.
Sesuai data yang diperoleh wartawan, Almarhum merupakan putra dari pasangan Aloysius Haman (Alm) dan Lusia Inul.
Riwayat pendidikannya, bersekolah di SDK Tentang, SMPK Kemasyarakatan Ndoso, SMAK Seminari Pius XII Kisol;
Lalu, menjalani tahun orientasi rohani (TOR) di Lela, Sikka, dan meneruskan pendidikan menjadi imam diosesan di STFK Ledalero, Sikka, dan menjalani tahun orientasi pastoral (TOP) di Paroki Wukir, Matim.
Setelahnya menjalani masa diakonat di Paroki Karot, Ruteng, dan ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Ruteng tahun 1995.
Almarhum pernah mengikuti short course Agricultural di Brisbane, Australia University dan organic training yang diadakan lembaga AOI dan ALGDA di Jakarta dan Bandung.
Usai ditahbiskan Romo Beny, pernah ditugaskan di Paroki Ranggu dan sempat juga menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Sadar Ranggu.
Dari Ranggu, Romo Beny dipindahkan ke Paroki Wukir, Matim, dan juga menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Gising Subur, Wukir;
Kemudian, Romo Beny menerima tugas baru sebagai Pastor Paroki Borong dan juga menjabat Ketua Yayasan Pendidikan St. Stanislaus Borong, menjadi Vikep/deken Borong, dan juga menjadi anggota Yayasan Pendidikan St. Paulus Ruteng;
Jabatan lain yang diembannya adalah menjadi Ketua PSE Puspas Keuskupan Ruteng, lalu, menjadi pastor Paroki Datak, Mabar;
Almarhum juga menjadi bapak pengakuan formator bidang PSE dan agriculture di Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo.
Romo Beny Jaya seperti diberitakan media ini, sebelumnya, meninggal dunia di RS CMC Pulomas, Jakarta, Kamis (18/4/2024) Pkl. 19.00 Wita.
Adapun rangkaian acara perkabungan untuk Almarhum, yakni jenazah diterbangkan dari Jakarta, Jumat (19/4/2024) pagi menuju Labuan Bajo, Mabar.
Tiba di Bandara Komodo akan diterima resmi dan seterusnya dibawa ke Paroki Roh Kudus, Labuan Bajo.
Lalu, Pkl. 18.00 Wita akan diadakan misa requem untuk mantan Ketua Komisi PSE Keuskupan Ruteng tersebut.
Sabtu (20/4/2024), jenazah disemayamkan di Paroki Roh Kudus, Labuan Bajo. Misa requem dan doa diatur administrator Kevikepan Labuan Bajo.
Kemudian, Minggu (21/4/2024), pagi hari jenazah diarak menuju gereja devosional St. Yosef, Senaru. Di gereja baru ini, diadakan misa pemakaman.
Usai misa, jenazah diantar ke tempat pemakamannya di penguburan Unio di Kuwu, Ruteng, Manggarai.
Pada Rabu (24/4/2024), pkl. 11.00 Wita akan diadakan acara tutup doa di gereja Paroki Roh Kudus Labuan Bajo. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










