LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hingga hari ke limabelas, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berstatus Level IV awas.
Sepanjang hari ini, Senin (15/1/2024), Gunung Lewotobi Laki-laki terus meluncurkan guguran awas panas.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur melaporkan pengamatan pada pukul 09.30 Wita, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi disertai guguran awan panas lebih kurang 1,5 km arah utara.
“Erupsi gunung Lewotobi Laki-laki disertai awan panas guguran pukul 09.30 Wita. Lebih kurang 1,5 km arah utara,” kata Anselmus Bobyson Lamanepa, Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki dalam keterangannya, Senin.
Pada periode pengamatan pukul 06.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita, teramati letusan Gunung Lewotobi Laki-laki 6 kali dengan tinggi 300-600 meter.
Teramati pula, 3 kali awan panas gugur dengan jarak luncur 1.000-1.500 meter mengarah ke utara. Teramati awan panas gugur dengan jarak luncur 1.000-1.500 meter mengarah ke utara.
“Awan panas gugur dengan jarak luncur 1.000-2.000 meter ke arah timur laut dan teramati aliran lava dengan jarak luncur 1.500-2.000 meter ke arah timur laut,” kata Bobyson Lamanepa.
Selain itu, pada pukul 13.21 Wita, terjadi lagi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Erupsi disertai awan panas guguran ke arah utara sejauh 1,5 kilometer.
Namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitude maksimum 47,3 mm dan durasi 3 menit 7 detik.
Kata Bobyson Lamanepa, pada pukul 18.07 Wita, terjadi hujan di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki dengan intensitas lebat.
“Terekam getaran banjir di stasiun seismic puncak Gunung Lewotobi Laki-laki pada pukul 18.07 Wita. Agar waspadai aliran lahar dari sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki,” katanya.
Masyarakat di sekitar dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 KM dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral 5 KM ke arah Barat Laut-Utara dan Timur Laut.
Masyarakat di sekitar mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










