MBAY, FLORESPOS.net-Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur mendapat bantuan aspirasi Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Parera berupa satu unit alat pemotong padi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Parera kepada penerima di Balai Benih Poktan Maju Jaya, RT 23, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Sabtu (13/1/2024).
“Sebagai wakil rakyat dari NTT saya berusaha membawa alat-alat pertanian dari pemerintah pusat dan hari ini kami serahkan kepada kelompok tani, agar bekerja lebih efisien, dan produktif, serta bisa menarik minat generasi muda bertani,” kata Andreas Hugo Parera saat menyerahkan bantuan tersebut.
Andreas Hugo Parera meminta para petani memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Lahan yang ada juga harus dimaksimalkan agar petani bisa sejahtera.
Bantuan yang ia berikan ini bukan kali pertama. Sebelumnya politisi asal Kabupaten Sikka itu juga menyerahkan bantuan berupa beasiswa di beberapa sekolah di Kabupaten Nagekeo dan juga pompa air.
“Memang masih belum cukup kalau saya melihat kondisi pertanian di Maby. Tetapi kami akan memenuhi sesuai kemampuan saya, semoga ini bermanfaat bagi para petani di Mbay sehingga bisa swasembada pertanian,” harapnya.
Sementara Sekda Nagekeo Lukas Mere bersyukur petani Mbay mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat melalui Anggota DPR RI. Bantuan alsintan tersebut sangat membantu petani dalam mengolah sawah agar hasil pertaniannya maksimal.
“Kita terima kasih sekali, tentunya ini sangat membantu petani di Mbay. Dan tentunya ini sangat meringankan Pemda Nagekeo,” ujarnya.
Anggota Poktan Maju Jaya pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Parera yang memberikan perhatian pada para petani setempat khususnya Poktan Maju Jaya.
Hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Provinsi NTT, Patris Lali Wolo, Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, Sekda Nagekeo, Lukas Mere, Kadis Pertanian Nagekeo, serta Poktan Maju Jaya. *
Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando










