ENDE, FLORESPOS.net-Hingga awal Januari 2024 curah hujan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, bahkan seluruh wilayah Pulau Flores masih sangat rendah.
Kondisi ini menyebabkan petani takut dan enggan memanfaatkan lahan yang sudah disiapkan.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Dean melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Yosef Kaha yang dikonfirmasi Florespos.net, Kamis (11/1/2024) siang mengatakan, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Ende Tahun 2022 luas lahan padi sawah di seluruh Kecamatan di Kabupaten Ende seluas 4.265,19 hektare.
Hingga 11 Januari 2024 berdasarkan laporan penyuluh pertanian dari lapangan luas lahan padi sawah yang sudah ditanam petani seluas 441,51 hektare. Sedangkan 3.828,68 hektare belum ditanami oleh petani.
Dikatakannya petani enggan dan bahkan takut memanfaatkan lahan yang sudah disiapkan karena curah hujan yang masih rendah dan banyak sawah tadah hujan.
Selain itu debit air di daerah irigasi yang masih rendah karena curah hujan masih rendah dan cuaca yang panas.
Sedangkan luas lahan tanam untuk padi ladang seluas 1.184,4 hektare hingga saat ini Dinas Pertanian belum mendapatkan laporan terkait luas lahan yang sudah ditanami oleh petani.
Sedangkan luas lahan tambahan tanam atau data sementara untuk lahan tanam jagung di Ende seluas 1.105 hektare.
Dinas Pertanian belum mendapatkan laporan akurat luas lahan tanam yang sudah ditanami oleh petani.
Luas tanam untuk kedelai, kacang tanah dan tanaman hortikultura lainnya di Kabupaten Ende sangat kecil hanya untuk konsumsi pribadi. *
Penulis:Willy Aran I Editor: Anton Harus










