Salurkan Logistik Bantuan, Pj. Bupati Flores Timur Minta Warga Tetap Taat dan Ikuti Arahan - FloresPos Net

Salurkan Logistik Bantuan, Pj. Bupati Flores Timur Minta Warga Tetap Taat dan Ikuti Arahan

- Jurnalis

Rabu, 3 Januari 2024 - 14:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mendistribusikan logistik bantuan bagi warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Gunung api dengan ketinggian 1.500 di atas permukaan laut ini, berdiri di antar dua kecamatan, yakni Wulanggitang dan Ilebura di Kabupaten Flores Timur, NTT, erupsi pada Senin (1/1/2024) dini hari.

Ribuan warga di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki, di antaranya, Desa Dulipali di Kecamatan Ilebura dan Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru dan Desa Nawokote di Kecamatan Wualnggitang berhamburan mencari lokasi aman.

Sekitar 2.331 warga terdampak langsung baik perempuan, laki-laki, anak-anak dan lanjut usia mengungsi tersebar di Boru, Desa Boru, Desa Hewa, dan Desa Purulera, di Kecamatan Wulanggitang.

Hingga Selasa (2/1/2024), Pemda Flores Timur mendistribusikan ribuan masker dan tenda, alas tidur dan logistik lain di posko-posko penampungan warga terdampak terutama di Posko Utama di Boru, Kecamatan Wulanggitang.

Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi kepada wartawan mengatakan, Pemda terus distribusikan logistik untuk warga terdampak langsung erupsi Lewotobi Laki-laki.

“Ini hari kedua kami bersama Kapolres dan Dandim turun distribusi logistik untuk warga terdampak. Memang untuk mencukupi semua tentu tidak, tapi kami terus berupaya mengatasi tanggap darurat bencana yang dihadapi warga,” katanya, di Posko Utama Kantor Camat Wulanggitang, Selasa (2/1/2024) siang.

Baca Juga :  Survey Charta Politika dari Partai Golkar, Ignas Uran dan Zakarias Paun Menguat Pilihan Masyarakat sebagai Bakal Calon Wakil Bupati

Doris Rihi mengatakan, warga terdampak langsung, ada yang sudah lanjut usia, anak-anak dan disabilitas. Mereka saat ini, berada di posko-posko pengungsian di Posko Utama Kantor Camat Wulanggitang, SMPN Wulanggitang, SDK Kemiri, Koramil Boru, Polsek Boru, Credit Union Remaja Hokeng, dan rumah warga lain.

Menurut Doris Rihi, pada Senin malam wilayah Boru dan Kecamatan Wulanggitang umumnya dilanda abu vulkanik karena itu saat distribusi logistik tersebut, pihaknya membawa mobil tangki air untuk menyiram jalan agar abu vulkanik yang sudah jatuh tidak berterbangan.

“Malam tadi kita dapat kabar abu vulkanik turun di daerah ini dan hingga saat ini masih turun abu vulkanik. Kami bawah juga dengan mobil tangki air untuk siram. Kami juga bersama tim dari Kemenkes yang turun melihat langsung untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya,” katanya.

Selain mobil tangki air, kata Doris Rihi, Pemda Flores Timur juga sudah komunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga :  Lomba Inovasi Daerah Flores Timur 2023, Ini Inovasi yang Diuji Petik Tim Penilai

“Besok (Rabu, 3/1/2024) ada 3,6 ton beras dan 6 ribu masker dari BNPB. Sebelumnya kami sudah distribusi dan membangun tenda-tenda posko, alas tidur, beras dan logistik lainnya,” katanya.

Doris Rihi mengatakan Pemda terus berkoordinasi dengan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (BVMB) serta Pos Pemantau Lewotobi Laki-laki. Karena itu, dia meminta warga untuk tetap taat dan mengikuti arahan.

“Sesuai rekomendasi BVMB, tidak ada aktivitas pada radius 4 kilometer. Kita tetap taat dan tetap mengikuti arahan. Masih ada warga yang memilih tidak mengungsi dan masih tidak terpusat. Kami tetap sosialisasi dan mengarahkan untuk mencari lokasi aman,” katanya.

Berdasarkan data sementara, hingga Rabu (3/1/2023) pagi, terdapat 2.331 warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mengungsi di sejumlah tenda posko yang disediakan Pemda Flores Timur.

Posko-posko tersebut, yakni Kantor Camat, Polsek Boru, Koramil Boru, SMPN Wulanggitang, SDK Kemiri, CU Remaja Hokeng, dan rumah warga di Boru, Desa Boru.

Selain posko-posko tersebut, terdapat warga yang mengungsi di rumah warga di Desa Boru Kedang, Desa Purulera dan Desa Hewa. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Berita Terbaru