MAUMERE, FLORESPOS.net-Puluhan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Maumere, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Maumere, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Rabu (3/1/2024) melakukan aksi penggalangan bantuan kemanusiaan untuk korban erupsi Gunung Api Lewotobi laki-laki yang berstatus siaga dalam beberapa hari terakhir dan yang menyebabkan ribuan warga dievakuasi.
Pantauan Florespos.net, Rabu pagi, penggalangan dana untuk hari pertama terpusat pada dua titik yakni Pasar Alok dan Pasar Tingkat Maumere.
Sebelum melakukan aksi penggalangan dana, para mahasiswa yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini diberikan pencerahan (briefing) oleh Koordinator Lapangan Maswir terkait pendekatan yang dilakukan,dan hal-hal teknis lainnya.
Koordinator Lapangan Penggalangan Bantuan Maswir kepada Florespos.net menjelaskan puluhan mahasiswa dan pelajar Muhammadiyah yang terlibat dalam aksi ini terpanggil melakukan aksi penggalangan bantuan meringankan beban para pengungsi yang terkena dampak erupsi gunung api Lewotobi.
“Kami akan melakukan aksi penggalangan bantuan selama tiga hari. Aksi hari pertama terpusat di Pasar Alok dan Pasar Tingkat,” kata Korlap.
Bangun Posko Kemanusiaan di Wulanggitang
Korlap Maswir menambahkan pihak IMM Universitas Muhammadiyah Maumere juga telah mengirim belasan mahasiswa ke kawasan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur pada Rabu (3/1/2024).
Belasan mahasiswa yang dikirim ini selain membawa bantuan tahap awal juga mereka akan membangun Posko Muhammadiyah di Wulanggitang, kata Maswir.
Bila kegiatan penggalangan bantuan usai pada hari ketiga, lanjut Maswir maka bantuan yang telah terkumpul akan didrop ke Posko Muhammadiyah di Wulanggitang, dan selanjutnya tim yang bertugas akan menyalurkan bantuan yang ada kepada warga yang terdampak erupsi gunung api Lewotobi.
“Kami telah mengagendakan akan membawa bantuan yang kami kumpul ke posko Muhammadiyah setelah hari ketiga penggalangan bantuan kemanusiaan. Bantuan yang terkumpul akan diteruskan kepada kepada warga terdampak erupsi gunung api,” kata Maswir.
Diberitakan Florespos.net sebelumnya, gunung api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi NTT kembali beraktivitas dengan mengeluarkan semburan abu panas dan lidah-lidah api paa Senin (1/1/2024) dini hari.
Letusan gunung ini menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah posko pengungsian dalam dua hari terakhir. *
Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando










