MAUMERE, FLORESPOS.net-SMPK St.Antonius Boganatar merayakan pesta perak, 25 tahun kehadiran sekolah ini dan mengawali serangkaian kegiatan lewat acara peluncuran dan bedah buku, “Merefleksi Diri, Menatap Masa Depan”.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks sekolah ini Selasa (20/5/2025) diawali dengan penjemputan wakil bupati Sikka dan rombongan di depan gerbang jalan masuk ke sekolah dengan sapaan adat dan ritual adat serta tarian.
Wakil Bupati Sikka,Simon Subandi Supriadi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para pendiri, tokoh masyarakat,tokoh adat, tokoh agama dan segenap pihak yang berjasa dalam mendirikan sekolah ini.
“Menghadirkan pendidikan yang bermutu tidak hanya berada di pundak pemerintah tetapi juga menjadi tugas seluruh element daerah, orang tua, pendidik, masyarakat dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” sebutnya.
Simon mengatakan, pendidikan adalah kekuatan besar yang membentuk arah dan masa depan bangsa, dimana dalam konteks global yang terus berubah daya saing bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang kita selenggarakan hari ini.
Oleh karena itu, sebut dia, kita semua harus berpartisipasi aktif dalam menghadirkan dan mendukung pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan tetapi juga membebaskan, memerdekakan dan memanusiakan.
“Saat ini dunia menghadapi tantangan besar antara lain kemajuan teknologi, perubahan iklim, krisis kemanusiaan serta ketidakpastian global,” ungkapnya.
Simon menegaskan, dalam menghadapi tantangan itu hanya bangsa yang memiliki sumberdaya manusia unggul yang mampu bertahan dan jadi pemenang.
Ia menyebutkan, kita sadar bahwa kita kurang memiliki sumber daya alam maka dari itu kita perkuat sumber daya manusia untuk untuk mengelola sumber daya alam yang sedikit ini.
Maka dari itu,kata dia, membangun pendidikan yang berkualitas, berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan.
Sebagaimana yang telah diwariskean oleh Ki Hadjar Dewantara, pendidikan harus berpusat pada peserta didik, menghormati kodrat mereka dan membangun karakter yang kuat.
“Filosofi beliau “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani “ harus terus menjadi landasan kita dalam mendidik,” pesannya.
Simon menyebutkan, kegiatan dan perayaan ulang tahun sekolah ini menjadi moment yang sangat istimewa karena merupakan momentum untuk merayakan keberhasilan sekolah dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.
Mantan anggota DPRD Sikka ini mengakui, keberhasilan sekolah ini tidak terlepas dari peran serta dan dedikasi bapak dan ibu guru yang telah memberikan ilmu. pengetahuan, dan bimbingan kepada para siswa.
Dirinya berpesan kepada siswa-siswi SMPK St.Antonius Boganatar, kalian adalah generasi emas harapan daerah, di tangan kalian, masa depan bangsa dan daerah ini dipertaruhkan.
“Di mata kalian, kita melihat harapan. Di langkah kalian, Kita menaruh mimpi~mimpi besar untuk Nian Sikka yang lebih maju, lebih sejahtera dan lebih berdaulat,” ungkapnya.
Simon meminta para siswa, belajarlah dengan sungguh-sungguh, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi jangan pernah melupakan budaya dan budi pekerti.
Pesannya, bangunlah karakter yang kuat, jujur, bekerja keras, cinta tanah air dan peduli sesame.Jangan takut bermimpi besar, jangan ragu melangkah jauh.
Selain itu pintanya, buatlah inovasi, ciptakan perubahan dan jadilah anak-anak Nian Sikka yang membanggakan.
“Mari kita buktikan bahwa anak-anak SMPK Santo Antonius Boganatar adalah generasi yang cerdas, tangguh, berakhlak dan siap memimpin dunia,” pesannya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










