Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Selimuti Wulanggitang, Lokasi Pengungsian Tidak Aman - FloresPos Net

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Selimuti Wulanggitang, Lokasi Pengungsian Tidak Aman

- Jurnalis

Selasa, 2 Januari 2024 - 22:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lokasi pengungsian 1.931 warga terdampak langsung dan warga Kecamatan Wulanggitang umumnya tidak aman dari sisi kesehatan.

Dua hari pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Selasa (2/1/2024), abu vulkanik masih terus menyelimuti wilayah Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Disaksikan langsung Florespos.net, abu vulkanik mulai turun dan terasa sangat tebal sejak Senin (1/1/2024) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Abu vulkanik ini terus turun hingga Selasa (2/1/2024) sore menjelang malam.

Hampir seluruh Kecamatan Wulanggitang mulai dari Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru, Desa Boru Kedang, Desa Nawokote, dan Desa Dulipali di Kecamatan Ilebura, diselimuti abu vulkanik setebal 3-5 centimeter.

Abu vulkanik yang begitu tebal ini sampai merangsek masuk tenda-tenda dan fasilitas pemerintah lainnya yang ditempati oleh para pengungsi atau warga terdampak langsung dan warga lainnya.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Nasional Agustinus Sarifin Bagi Pengalaman Berwirausaha di Seminari Tinggi Ritapiret dan IFTK Ledalero
Warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sedang duduk dalam tenda pengungsian di Posko Utama Kantor Camat Wulanggitang. Foto: Wentho Eliando

Beberapa tenda pengungsian bagi warga terdampak langsung, yakni Kantor Camat Wulanggitang, SMPN Wulanggitang, SDK Kemiri, Polsek Boru, Koramil Boru, dan CU Remaja Hokeng.

Tak hanya hujan abu vulkanik langsung dari Gunung Lewotobi Laki-laki, lokasi pengungsian warga terdampak juga berada persis di jalan negara Trans Larantuka-Maumere yang menjadi jalur utama lalu lintas kendaraan umum.

Sejumlah warga terdampak yang mengungsi di posko-posko tersebut kepada Florespos.net, Selasa (2/1/2024) mengaku abu vulkanik turun sejak Senin malam hingga Selasa sangat berpotensi terjadi gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Oktavianus Tiza, Wasit Futsal NTT yang Dipanggil PSSI Persiapan Pro Futsal League 2025

Selama dua hari berada di posko pengungsian, mereka selalu memakai masker, jaket tebal, payung dan tutup kepala lainnya. Tapi abu vulkanik tebal dan turun terus menerus. Mereka mengaku, beberapa warga sudah batuk-batuk.

Abu vulkanik tebal di badan jalan aspal di Boru, Kecamatan Wulanggitang tidak jauh dari Posko Pengunsian warga terdampak. Foto: Wentho Eliando

Selain karena kecenderungan angin bertiup ke bagian barat dan selatan-tenggara Kecamatan Wulanggitang, jarak antara Gunung Lewotobi Laki-laki dengan lokasi lima lokasi pengungsian saat ini hanya sekitar 5 kilometer.

Pantauan Florespos.net, Selasa (2/1/2024) sore, tampak ada sejumlah pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur tengah membersihkan dan merapihkan areal halaman depan Kantor Desa Konga di Kecamatan Titehena.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah areal halaman Kantor Desa Konga tersebut bakal menjadi lokasi evakuasi warga terdampak yang saat ini mengungsi di Boru, Kecamatan Wulanggitang. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende
Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:27 WITA

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA