LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lokasi pengungsian 1.931 warga terdampak langsung dan warga Kecamatan Wulanggitang umumnya tidak aman dari sisi kesehatan.
Dua hari pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Selasa (2/1/2024), abu vulkanik masih terus menyelimuti wilayah Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Disaksikan langsung Florespos.net, abu vulkanik mulai turun dan terasa sangat tebal sejak Senin (1/1/2024) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Abu vulkanik ini terus turun hingga Selasa (2/1/2024) sore menjelang malam.
Hampir seluruh Kecamatan Wulanggitang mulai dari Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Boru, Desa Boru Kedang, Desa Nawokote, dan Desa Dulipali di Kecamatan Ilebura, diselimuti abu vulkanik setebal 3-5 centimeter.
Abu vulkanik yang begitu tebal ini sampai merangsek masuk tenda-tenda dan fasilitas pemerintah lainnya yang ditempati oleh para pengungsi atau warga terdampak langsung dan warga lainnya.

Beberapa tenda pengungsian bagi warga terdampak langsung, yakni Kantor Camat Wulanggitang, SMPN Wulanggitang, SDK Kemiri, Polsek Boru, Koramil Boru, dan CU Remaja Hokeng.
Tak hanya hujan abu vulkanik langsung dari Gunung Lewotobi Laki-laki, lokasi pengungsian warga terdampak juga berada persis di jalan negara Trans Larantuka-Maumere yang menjadi jalur utama lalu lintas kendaraan umum.
Sejumlah warga terdampak yang mengungsi di posko-posko tersebut kepada Florespos.net, Selasa (2/1/2024) mengaku abu vulkanik turun sejak Senin malam hingga Selasa sangat berpotensi terjadi gangguan pernapasan.
Selama dua hari berada di posko pengungsian, mereka selalu memakai masker, jaket tebal, payung dan tutup kepala lainnya. Tapi abu vulkanik tebal dan turun terus menerus. Mereka mengaku, beberapa warga sudah batuk-batuk.

Selain karena kecenderungan angin bertiup ke bagian barat dan selatan-tenggara Kecamatan Wulanggitang, jarak antara Gunung Lewotobi Laki-laki dengan lokasi lima lokasi pengungsian saat ini hanya sekitar 5 kilometer.
Pantauan Florespos.net, Selasa (2/1/2024) sore, tampak ada sejumlah pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur tengah membersihkan dan merapihkan areal halaman depan Kantor Desa Konga di Kecamatan Titehena.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah areal halaman Kantor Desa Konga tersebut bakal menjadi lokasi evakuasi warga terdampak yang saat ini mengungsi di Boru, Kecamatan Wulanggitang. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










