Usai Lapor Polres Nagekeo, Ayah Korban Margareta Papu Beri Keterangan pada Penyidik - FloresPos Net

Usai Lapor Polres Nagekeo, Ayah Korban Margareta Papu Beri Keterangan pada Penyidik

- Jurnalis

Kamis, 21 Desember 2023 - 00:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Paulus Papu, ayah dari almarhumah Margareta Papu (36), warga Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, yang meninggal pada Kamis (6/12), memberi keterangan kepada penyidik Polres Nagekeo, Rabu (20/12/2023) sore hingga malam.

Hingga berita ini ditayangkan, pukul 23.00 Wita, Paulus Papu masih memberi keterangan kepada penyidik. Dia memberi keterangan sejak pukul 15.00 Wita.

Paulus Papu memberi keterangan usai didampingi Kuasa Hukum, Lukas Mbulang mendatangi Polres Nagekeo pada Rabu (20/12/2023) siang untuk melaporkan dugaan penganiayaan berat terhadap korban Maria Margareta Papu yang meninggal pada Kamis (6/12/2023).

Kuasa Hukum Keluarga Almarhumah, Lukas Mbulang mengatakan sejak pukul 09.30 Wita, dia bersama ayah korban Polus Papu mendatangi polres Nagekeo dan membuat laporan atas dugaan penganiayaan berat terkait kematian korban.

Setelah melapor kejadian itu, pihaknya diambil keterangan oleh penyidik Polres Nagekeo pada pukul 15.00 Wita. Dan hingga kini masih dalam pemeriksaan.

Baca Juga :  Warga Nagekeo Tolak Penutupan Air Irigasi Mbay

Lukas mengatakan, pemeriksaan itu guna mengungkap kematian korban. Karena menurut Lukas kematian korban bukan akibat kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Akan tetapi, keluarga menduga kuat terjadi penganiayaan berat terhadap korban.

Hal itu terlihat fakta pada diri korban ditemukan luka robek pada bagian kepala, tetapi tidak ada luka lecet dan gesekan di aspal pada bagian tubuh seperti pada tangan dan kaki korban.

Pada tubuh korban justeru ditemukan warna kebiruan dan memar pada bagian bokong. Ditemukan warna kebiruan dan memar juga pada bagian leher belakang korban, dan diduga mengarah ke tindakan penganiayaan berat.

Selain itu, kata Lukas, ada data percakapan singkat berisi dugaan ancaman yang ada dalam handphone korban.

Lukas menambahkan, pada hari Minggu tanggal 3 Desember 2023 sekitar pukul 7.30 Wita, korban meminta ijin kepada ayahnya Pauus Papu (Pelapor) untuk pergi ke Kantor RPH, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, dan korban tidak pulang lagi ke rumah.

Baca Juga :  Dua Orang Penerima Ganti Rugi Diduga Bukan Warga dari 3 Desa Lokasi Waduk Lambo

Pada hari Senin tanggal 4 Desember 2023 sekitar pukul 09.30 Wita, salah seorang saksi, Yuliana dihubungi oleh terduga, menerangkan bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas.

Kemudian pada hari Senin tanggal 4 Desember 2023 sekitar pukul 12.00 Wita, terduga membawa korban dengan menggunakan mobil, menjemput ayah korban bersama keluarga untuk bersama-sama pergi ke RSUD Aeramo.

Korban dirawat di RSUD Aeramo sampai Kamis tanggal 7 Desember 2023 sekitar pukul 15.00 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan media ini, keluarga almarhumah Maria Margareta Papu (36), warga Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang diduga meninggal karena Laka Lantas mendatangi Polres Nagekeo pada Rabu (20/12/2023).

Keluarga korban didampingi Kuasa Hukum Lukas Mbulang datang melaporkan ada dugaan penganiayaan berat terhadap almarhumah. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA