RUTENG, FLORESPOS.net-Pengerjaan proyek jalan Nasional Ruteng-Reo di Kabupaten Manggarai, NTT, akan rampung sebelum akhir atau tutup tahun 2023 ini.
“Sesuai progres pengerjaan terbaru bahwa fisiknya telah mencapai 100 persen. Untuk progres fisik jalan Ruteng-Reo, sudah rampung. Karena itu, situasi di lapangan tidak sesibuk biasanya,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3. jalan Nasional wilayah Manggarai, Djibrael Tuka Rohi, Selasa (19/12/2023).
Rohi mengatakan, karena fisik sudah 100 persen, maka yang dilakukan adalah menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan administrasi baik itu pencairan keuangan maupun penyerahan hasil kerja ke pemilik proyek.
Penyerahan hasil kerja sementara alias provisional hand over (PHO) ke pemilik pekerjaan saat ini sedang dalam proses. Namun, sesuai ketentuan, PHO baru bisa dilakukan ketika kontrak kerja berakhir per 31 Desember 2023.
Kendati pengerjaan sudah rampung, demikian Rohi, tetap juga dilakukan pemantuan di lapangan. Pemantauan itu dilakukan guna memastikan tidak soal di lapangan.
Soal itu di antaranya longsoran, banjir, pohon tumbang atau kemungkinan abrasi di pinggir jalan sekitar kali Wae Pesi.
“Penting sekali pemantauan itu mengingat juga sekarang sudah memasuki musim hujan di Manggarai. Pada musim ini, biasanya sering longsor dan banjir terjadi pada jalur jalan yang ada,” kata Rohi.
Rohi berharap, tidak terjadi hal yang tidak diinginkan yang bisa saja mengganggu kelancaran lalu lintas pada jalur jalan pengangkutan BBM di Manggarai raya itu.
Sopir travel, Erwin Nur mengatakan, sejauh ini lalu lintas jalan Ruteng-Reo, lancar saja walaupun tetap waspada ketika hujan turun.
“Kalau kita lihat, kerjanya sudah rampung. Itu bisa diketahui dari tidak adanya lagi aktivitas pada sejumlah titik yang dikerjakan tahun ini,”katanya.
Proyek jalan Nasional Ruteng-Reo seperti sering diberitakan media ini berbiaya sebesar Rp 22 miliar lebih. Anggaran itu dimanfaatkan untuk sejumlah pengerjaan besar pada titik longsor, abrasi dan lain-lainnya di sepanjang jalur yang ada.
Riilnya titik longsor besar yang ditangani itu terletak di Lous, Kecamatan Cibal dan Nggorang, Kecamatan Reok. Juga ada item kerja penanganan abrasi di wilayah Batok di Kecamatan Reok. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










