Mahasiswa STPM Seruhkan Lawan Human Traficking, Gelar Malam Seribu Lilin - FloresPos Net

Mahasiswa STPM Seruhkan Lawan Human Traficking, Gelar Malam Seribu Lilin

- Jurnalis

Minggu, 17 Desember 2023 - 20:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan malam Seribu Lilin Anti Human Traficking di Kampus STPM Santa Ursula, Sabtu (16/12/2023) malam.

Gerakan malam Seribu Lilin Anti Human Traficking di Kampus STPM Santa Ursula, Sabtu (16/12/2023) malam.

ENDE, FLORESPOS.net-Mahasiswa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende semester VA dan B kelas Retorika menyerukan melawan Human Traficking.

Seruan puluhan mahasiswa STPM St Ursula melawan tindakan perdagangan orang tersebut dikemas dalam teater dan gerakan malam Seribu Lilin Anti Human Traficking dilaksanakan di kampus pada Sabtu (16/12/2023) malam.

Kegiatan ini bertemakan “Mahasiswa siap melawan Perdagangan orang”.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan edukasi tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh dosen Retorika, Br Pio Hayon SVD, dilanjutkan dengan pemutaran film tentang korban perdagangan orang, pementasan teater yang diangkat dari kisah nyata perdagangan orang dan dilanjutkan dengan penyalaan lilin.

Kegiatan ini dihadiri Ketua STPM St Ursula, Yulita Eme, S.Sos, M.Si, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fidentius D. Saputra, S.IP, M.IP,  Sr Jusi Darna Lingga, OSU, Elias Cima S.Sos, M.Si dan puluhan mahasiswa.

Baca Juga :  Jelang Pendaftaran, Rakyat Menanti Deklarasi Paslon Bersama Parpol Pengusung

Kegiatan ini adalah aplikasi dari mata kuliah Retorika yang diasuh oleh Br Pio Hayon SVD. Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar mahasiswa bisa mengadvokasi masyarakat untuk melawan Perdagangan orang (human traficking)

Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STPM St Ursula Ende, Fidentius D. Saputra, S.IP, M.IP mengatakan gerakan ini adalah bentuk penolakan perdagangan orang.

Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa STPM peduli dengan perendahan martabat manusia melalui tindakan perdagangan orang.

“Mulai dari kegiatan  ini mengajak mahasiswa untuk melakukan edukasi di masyarakat. Gerakan ini menjadi cahaya dari STPM untuk melawan perdagangan orang perlu kita lanjutkan,” katanya.

Dosen pengasu mata kuliah Retorika, Br Pio Hayon SVD mengatakan kegiatan seperti ini sebenarnya gaungnya mendunia meski dalam skala kecil.

Baca Juga :  ASN Nagekeo Harus Bekerja Secara Efektif, Efisien dan Penuh Inisiatif

Br. Pio Hayon SVD menambahkan kegiatan ini untuk mengedukasi dan mengajak mahasiswa melawan  Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau  Humantraficking.

“Migrasi dan merantau itu hak kita tetapi melalui proses yang legal. Penyebab perdagangan orang itu karena faktor ekonomi, pendidikan, hukum masih lemah atau tidak bergerak kuat. Orang dalam hukum saja sudah terlibat dalam TPPO,” katanya.

“Pelaku TPPO itu orang terdekat yaitu keluarga, sahabat, majikan, agen  bahkan tokoh agama. Modus TPPO, pendidikan dengan modus beasiswa, magang pekerjaan pariwisata di luar negeri, penculikan, iming- iming gaji besar,” katanya.

Br. Pio Hayon SVD mengatakan mahasiswa harus digenjot dengan hal ini dan dicekoki dengan pengetahuan human traficking agar saat turun ke masyarakat mahasiswa sudah bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat.*

Penulis: Willy Aran I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:19 WITA

Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi

Berita Terbaru