LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada tahun 2024 mengalokasikan anggaran Rp 65 Miliar untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Kelas D Pratama Solor di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rumah sakit terbesar di Pulau Solor yang perencanaannya sudah berproses sejak tiga atau empat tahun silam itu bakal dibangun di atas lahan seluas sekitar 4 hektar (ha) di Lewohedo, Desa Lewohedo, Kecamatan Solor Timur.
“Sudah masuk DIPA Kemenkes tahun anggaran 2024 untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama Solor. Anggaran yang dialokasikan Kemenkes RI sebesar Rp 65 miliar,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Flores Timur, dr Agustinus Ogie Silimalar kepada Florespos.net, Jumat (15/12/2023).
Ia menjawab hal itu di sela-sela Rapat Pemeriksaan dan Pembahasan Dokumen UKL-UPL Rencana Kegiatan Pembangunan RS Kelas D Pratama Solor, di aula Gelekat Nara Larantuka.
Kegiatan Rapat Pemeriksaan dan Pembahasan Dokumen UKL-UPL Rencana Kegiatan Pembangunan RS Kelas D Pratama Solor itu digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Flores Timur.
“Rumah Sakit Pratama Solor dibangun di atas lahan seluas sekitar 4 ha berlokasi di Desa Lewohedo, Kecamatan Solor Timur,” terang Dokter Ogie.
Dokter Ogie juga menjelaskan perincian penggunaan anggaran yang dialokasikan Kemenkes RI untuk pembangunan RS Kelas D Pratama Solor tersebut.
Kata Dokter Ogie, untuk pembangunan fisik alokasi anggaran sebesar Rp 45 miliar dan untuk alat kesehatan (Alkes) sebesar Rp 15 miliar. Sementara anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk keperluan penunjang rumah sakit.
“Total anggaran Rp 65 miliar. Rincian; Rp 45 miliar pembangunan fisik, Rp 15 miliar untuk Alkes dan Rp 5 miliar untuk penunjang rumah sakit. Seluruh anggaran RS Pratama Solor ini dari pusat yakni Kemenkes RI,” katanya.
Dokter Ogie mengatakan proses perencanaan kegiatan pembangunan RS Pratama Solor sedang berlangsung. Salah satunya, saat ini tengah proses pemeriksaan dan pembahasan dokumen lingkungan hidup, UKL-UPL.
“Kita ajuhkan dokumen ini ke DLH untuk diperiksa dan dibahas bersama. Ini merupakan salah satu syarat rencana kegiatan pembangunan Rumah Sakit Pratama Solor di Pulau Solor,” katanya.
Dokter Ogie menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenkes RI yang telah memberi perhatian kepada Kabupaten Flores Timur dalam bentuk alokasi anggaran pembangunan RS Pratama Solor.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah daerah, kami sampaikan terimakasih kepada Kemenkes RI. Dalam DIPA Kemenkes RI sudah termuat anggaran pembangunan RS Pratama Solor. Dinas Kesehatan Flores Timur, saat ini tengah berproses termasuk dokumen lingkungan hidup,” katanya.
Dokter Ogie secara khusus menyampaikan terimakasih kepada para pemilik tanah yang menghibahkan tanahnya untuk pembangunan RS Pratama Solor, Pemerintah Desa Lewohedo, Pemerintah Kecamatan se Pulau Solor, dan masyarakat Pulau Solor.
“Secara khusus pula, kami sampaikan terimakasih kepada para pemilik tanah yang sudah hibahkan tanahnya kepada pemerintah daerah untuk kepentingan pembangunan RS Pratama Solor,” katanya.
Dokter Ogie juga berharap seluruh elemen dan masyarakat Kabupaten Flores Timur khususnya Pulau Solor mendukung penuh proses perencanana, pelaksanaan hingga pemanfaatan RS Pratama Solor tersebut.
“Mari kita sama-sama dukung dan bekerja sama demi suksesnya pembangunan RS Pratama Solor. Saya minta masyarakat mengawal dan mengawasi pembangunan. Kepada pihak-pihak yang nantinya dipercayakan melaksanakan pekerjaan agar kerja dengan penuh tanggungjawab,” katanya.
Sementara sebelumnya, Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/11/2023) mengatakan, tahun anggaran 2024, Flores Timur mendapat banyak perhatian dari Pempus.
“Kita dapat alokasi anggaran bangun RS Solor dan Perpustakaan Daerah. Kita sedang proses berkaitan dengan pembangunan RS Solor dan Perpustakaan Daerah,” katanya.
Penjabat Doris Rihi mengatakan RS Solor berbeda dan sangat lengkap. Pemerintah pusat tidak hanya alokasikan anggaran untuk pembangunan, tetapi juga sekaligus dengan perlengkapan kesehatan dalam rumah sakit tersebut.
“RS Solor tidak hanya bangunan tetapi juga isi dalam rumah sakit. Perpustakaan Daerah kita dapat alokasi anggaran Rp 10 miliar. Saat ini kita sedang proses dan siapkan semua hal agar bisa berjalan dengan baik,” katanya. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus













