LARANTUKA, FLORESPOS.net-Peristiwa tiang listrik PLN tumbang dan memalak badan jalan raya hotmix di lokasi tanah gusur Dusun Botan, Desa Balaweling I, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (11/12/2023 ) pagi sekitar pukul 11.45 Wita mesti disyukuri karena tidak “makan” korban jiwa terhadap pelintas jalan.
Kendati tidak berakibat fatal namun dampak tiang tumbang, konsumen listrik di Solor Barat sangat kecewa karena penanganan lamban manajemen PT. PLN (Persero) Sub Unit Layanan Solor yang berkantor di Menanga, Kecamatan Solor Timur.
Pasca kejadian tersebut arus listrik putus total sehingga masyarakat 12 desa di wilayah Solor Barat tidak bisa menikmati listrik negara yang diestimasi lebih dari 24 jam terhitung sejak robohnya tiang listrik pada Senin (11/12/2023) sekitar pukul 11.45 Wita.
Fakta tiang tumbang disebabkan beban sebatang pohon Kapuk Hutan (pohon Wukak/Bahasa Lamaholot) tumbang menimpa jaringan tegangan menengah (JTM) di lokasi Dusun Botan. Kodisi waktu itu sedang gerimis hujan disertai tiupan angin cukup kencang menjelang siang Senin kemarin.
Hantaman pohon kapuk hutan pada JTR menyebabkan tarikan jaringan tersebut dan berpengaruh terhadap tiang pipa listrik di bibir jalan area bekas tanah gusur. Tiang listrik yang sudah uzur tak kuasa menahan tarikan beban pohon yang tumbang, lantas penyot dan tumbang seketika memalak badan jalan raya.
Frans Gapun, tukang ojek asal Desa Pamakayo kepada Florespos.net beberapa menit setelah kejadian tiang tumbang, mengaku saat dia mengantar penumpangnya dari Pamakayo melintasi ruas jalan provinsi trans Lamakera-Ritaebang dengan tujuan Dusun Lamalewo, Desa Balaweling I, saat itu tiang listrik belum tumbang.
Frans mengaku sekembalinya dari Lamalewo ke Pamakayo dia menghadap rintangan tiang listrik sudah memalak badan jalan.
Pengendara yang lalu lalang saat itu merasa sungkan mendekati area sekitar tiang tumbang. Namun setelah menerima informasi listrik sedang padam maka pengendara berani melewati area sebelah darat tiang yang sudah rata tanah itu.
“Saya saat di TKP agak khawatir jangan-jangan kawat listrik masih berarus. Dengan hati-hati saya dan beberapa pengendara sepeda motor melintasi pelataran area darat yang merupakan bekas tanah gusuran alat berat excavator. Kami lewat dengan nyaman,” ungkap Frans.
Kasus tiang tumbang sesaat setelah terpantau Florespos.net siang itu langsung diinformasikan melalui WA Group Family PLN Solor dan spontan direspon petugas PLN Solor, Burhan Lamaroba.
Burhan menyampaikan terima kasih atas informasinya dan mengatakan manajemen PLN Solor siap berkoordinasi demi pemulihan sehingga sistem kelistrikan di wilayah Solor Barat kembali normal.
Informasi padamnya listrik akibat tiang tumbang memicu gerutu warga masyarakat Solor. Mereka malah menyalahkan manajemen PLN lamban menanggapi keluhan masyarakat selama ini perihal tidak sedikit tiang listrik miring di wilayah Solor.
“Beruntung tidak ada korban jiwa saat tiang listrik tumbang. Kalau ada korban sudah pasti manajemen PLN akan digugat secara hukum,” ketus warga Solor.
Burhan Lamaroba Pimpinan PLN Sub Unit Layanan Solor melalui WA Group tersebut pada Senin kemarin menyatakan wilayah terdampak tiang tumbang kami mohon maaf, malam ini belum bisa dinyalakan karena kebutuhan material pengganti belum datang sehingga pengerjaan di lapangan belum bisa dimulai.
Terkait tiang listrik miring di Solor, Burhan lanjutkan, manajemen PLN ULP Adonara akan meminta petugas melakukan survei kebutuhan materialnya terlebih dahulu dan dibuatkan jadwal pemeliharaan jaringan listrik di Pulau Solor.
Pimpinan PLN Agus Ismanto dalam WA Group yang sama juga menginformasikan ke publik bahwa untuk pelurusan tiang miring sudah kami jadwalkan untuk pekerjaan dalam bulan depan.
“Ini sesuai dengan laporan pak Randy Minggu lalu. Sedangkan untuk perbaikan tiang roboh masih kami koordinasikan material yang dibutuhkan,” tandasnya.
Pantauan Florespos.net, Selasa (12/12/2023) siang sekitar pukul 12.00 WITA di lokasi tiang tumbang di Dusun Botan, belasan petugas PLN Menanga sudah melakukan droping material listrik berupa sebatang tiang pipa dan aksesoris lainnya untuk rekonstruksi tiang tumbang. Para crew PLN dibantu sejumlah anak muda Dusun Botan.
“Mudah-mudahan rekonstruksi jaringan listrik yang rusak segera normal pada sore hari ini, sehingga masyarakat pemakai listrik yang terdampak kembali menikmati terang listrik dan kebutuhan lainnya,” harap Tote Werang dan Dominikus tokoh masyarakat Solor.
Sebagaimana diberitakan media ini tahun 2022, masyarakat konsumen listrik di Solor Barat meminta Manajemen PT. PLN (Persero) Kantor Layanan Solor yang berada di bawah PT. PLN (Persero) Unit Layanan (ULP) Adonara segera meluruskan tiang-tiang listrik yang miring di sejumlah lokasi.
Kondisi tiang listrik berdiri tidak tegak ini berpotensi tumbang saat hujan badai dalam musim hujan.
Lodovikus Bao Lewar warga Desa Pamakayo kepada Florespos.net, Rabu (5/1/2022) mengatakan, tiang listrik yang miring di sejumlah lokasi di Solor Barat mesti segera ditegakkan oleh petugas PLN karena jika dibiarkan lama maka bisa berdampak tumbang saat hujan disertai angin kencang pada musim barat.
Bao yang berkebun di daerah pertanian Otan, Kecamatan Solor Barat itu menyebutkan pada pertengahan dan akhir tahun 2021 petugas PLN Menanga sudah melakukan perbaikan tiang listrik miring di sejumlah titik di Solor Barat dan Solor Timur, namun masih ada tiang miring di lokasi lain yang belum dipantau petugas PLN Solor.
“Pertengahan tahun 2021 petugas PLN Menanga, Solor sudah menegakkan tiang listrik yang miring di Otan di pinggir jalan raya menuju Ritaebang. Tapi tiang listrik miring di jalur jalan raya simpang Otan-Kalelu dan simpang Nusadani-Podor ada yang belum diperbaiki,” katanya.
“Kondisi tiang miring ini kemungkinan belum diketahui petugas PLN sehingga ditegakkan. Para petani yang berkebun di dekat jaringan listrik sangat khawatir tiang dan jaringan listrik tegangan menengah (JTM) tumbang dan membahayakan mereka. Kaki mohon agar PLN Menanga segera tenggakan tiang listrik yang sudah lama miring itu,” harap Bao.
Paulus Werang warga Desa Balaweling I, Solor Barat juga mengharapkan Manajemen PLN Menanga Solor, secepatnya menegakkan tiang listrik yang miring di lokasi Nurak antara Desa Lewonama-desa Balaweling I. Kondisi tiang listrik di Nurak itu sudah lama miring namun belum ada perhatian untuk diperbaiki.
Manajer PT. PLN (Persero) ULP Adonara, Theo Aji yang dikonfirmasi media ini, Kamis (6/1/2022) menyatakan bahwa tiang listrik miring di Solor akan segera diperbaiki.
“Tentang tiang listrik miring itu sudah saya sampaikan kepada Supervisor PLN Menanga agar segera diperbaiki dalam waktu dekat,” katanya.
Theo mengatakan, tiang yang mudah miring itu karena faktor struktur tanah hitam tanpa batu seperti di daerah Otan. Tanah hitam di Otan pada musim hujan kondisi struktur tanahnya gembur. Kecuali tanah berbatu tiang listrik tetap tegak. *
Penulis: Frans Kolong Muda I Editor: Wentho Eliando













