BAJAWA, FLORESPOS.net-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, NTT, menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Aula Patronat MBC Bajawa, Senin (11/12/2023). Kegiatan itu dibuka Bupati Ngada, Andreas Paru.
Kegiatan dalam rangkah evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tingkat Kabupaten Ngada, diikuti oleh 63 Kepala Sekolah (Kepsek) SMP, 183 Kepsek SD, dan 32 orang Pengawas.
Bupati Ngada Andreas Paru mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) mendukung penuh kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kemdikbudristek terkait IKM yang berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter, kompetensi peserta didik berdasarkan kearifan lokal daerah melalui Kurikulum Muatan Lokal Ngada.
Bupati Andreas mengatakan IKM antara lain Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Pemda sangat berbangga dengan segala keterbatasan, tetapi ada capaian positif dari IKM mulai jenjang PAUD, SD dan SMP.
Pemda, kata Bupati Andreas terus mendorong agar keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan perbanyak inovasi-inovasi dalam pembelajaran di sekolah termasuk inovasi dalam pemanfaatan anggaran dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Bupati Andreas mengatakan, berdasarkan capaian Rapor Pendidikan Daerah Kabupaten Ngada tahun 2023 terkait capaian indikator prioritas Indeks Pelayanan Minimal (SPM), Kabupaten Ngada memperoleh nilai 62,37 dengan kategori Tuntas Muda.
Sedangkan capaian SPM Provinsi NTT, Kabupaten Ngada memperoleh nilai 38,18 kategori Belum Tuntas. Atas capaian ini, Ngada sebagai kabupaten dengan capaian SPM tertinggi di Provinsi NTT.
“Pemda menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah berjuang, berinovasi dengan caranya sendiri atas capaian SPM ini. Semua ini atas kerja keras Bapak/Ibu Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada,” kata Bupati Andreas.
Kepada Florespos.net, Bupati Andreas menjelaskan bahwa FGD sangat penting untuk mengevaluasi program yang telah dilakukan. AKM Kabupaten Ngada merupaka Inovasi Daerah dalam rangka peningkatan kemampuan dasar anak terkait Literasi dan Numerasi.
Untuk itu, perlu ada pendampingan dari Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas dalam menyiapakan Sumber Daya Manusia (SDM) anak Ngada yang berkualitas serta berdaya saing secara nasional maupun internasional.
Bupati Andreas menyadari, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan belum semuanya terpenuhi terkait kesejahteraan guru dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Ngada.
Pemda Ngada terus mengharapkan dukungan dari semua pihak demi masa depan anak Ngada yang lebih baik dan mampu berdaya saing di masa yang akan datang.
FGD ini pula dapat juga menjadi masukan bagi Pemda dalam dalam kolaborasi terkait dengan program yang telah dicanangkan pemerintah pusat.
Untuk tahun 2024, disesuaikan ketersediaan anggaran pendidikan, Pemda Ngada akan tetap menjadi sektor yang sangat penting termasuk dengan sarana prasarana seperti sekolah juga kompetensi guru yang harus mendapat perhatian serius.
Kata Bupati Andreas, aspek pendidikan tidak bisa diabaikan dalam rangka mewujudkan peningkatan SDM sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Ngada yakni mewujudkan manusia yang unggul yang mana titik pijaknya adalah sektor pendidikan yang tentunya didukung oleh sektor kesehatan dan pertanian.
“Ketiga sektor ini harus menjadi sektor yang memiliki konektivitas yang erat satu dengan lainnya,” kata Bupati Andreas.
Hadir saat itu, Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada Johni Wou Dopo. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando










