MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah pusat selama 2 tahun sejak 2025 melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas anggaran di kementrian dan lembaga serta anggaran untuk pemerintah daerah maupun desa.
Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional dan kegiatan seremonial menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Bila pemerintah pusat melakukan efisiensi maka pemerintah daerah juga harus melakukan efisiensi,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng saat Musda ke XI DPD II Golkar Sikka di Maumere, Senin (4/5/2026).
Mekeng sapaannya mengatakan, efisiensi berarti memilih program-program yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
Dia mengatakan, program-program yang memang perlu dipending maka harus dipending dan anggaran yang ada benar-benar digunakan untuk program yang benar-benar dibutuhkan.
Ia menekankan agar efisiensi juga harus seirama antara pemerintah pusat dan daerah sebab jangan sampai di pusat efisiensi di daerah foya foya atau sebaliknya yang di pusat foya foya yang di daerah efisiensi.
“Kita harus seirama karena anggaran pembangunan dan belanja kan sumbernya sama. Dana dari pusat yang turun ke daerah juga sama dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” ungkap anggota Komisi XI DPR RI ini.
Untuk itu tegas Mekeng, pemerintah daerah di NTT termasuk di Kabupaten Sikka fokus pada program-program yang dibutuhkan dan bekerja untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Ketua DPD II Golkar Kabupaten Sikka Gorgonius Nago Bapa menegaskan, Partai Golkar harus berdiri di depan mendukung pemeirntah untuk menghadapai kondisi ini.
Wakil Ketua DPRD Sikka ini mengatakan Partai Golkat sudah melakukan hal itu melalui Fraksi Partai Golkar di DPRD Sikka dengan mendorong pemerintah untuk harus lebih memperkuat potensi-potensi yang ada di dalam daerah ini.
“Kami terus mendukung pemerintah untuk mengembangkan potensi yang ada dan mempertahankan agar jangan sampai ada kebocoran,” sebut Us Bapa sapaannya.
Us menyebutkan, banyak Pendapatan Asli Daerah (PAD) potensinya tidak terlalu besar tetapi masih ada potensi yang belum diperhatikan.
“Itu yang membuat Partai Golkar melalui fraksinya di DPRD Sikka mendorong pemerintah untuk menggali potensi-potensi yang ada agar dananya bisa dipergunakan untuk pembangunan,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










