LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lima titik lokasi kegiatan proyek rehabilitasi Jalan Dalam Kota Larantuka, ibu kota dan pusat Pemerintahan Kabupaten Flores Timur, NTT, kini sedang macet alias terhenti pengerjaan.
Lima titik lokasi yang masuk dalam proyek itu, yakni Jalan TK Anfrida di Kelurahan Sarotari Tengah, Jalan Lorong Kamar Mayat di Kelurahan Sarotari Timur, Jalan SMA Darius-Delsos di Kelurahan Weri, Jalan Masuk Perumahan Batu Ata di Kelurahan Pohonbao, dan Jalan Masuk Pelabuhan Larantuka di Kelurahan Lokea.
Di lokasi-lokasi proyek yang seluruhnya menyedot anggaran dana alokasi umum (DAU) tahun 2023 sebesar Rp 2 miliar lebih itu, sudah sebulan lebih ini tampak tidak ada aktivitas pengerjaan.
Saat ini, di lokasi-lokasi itu hanya ada tumpukkan material pasir dan batu kerikil berserakan di badan jalan, serta sejumlah alat berat proyek. Tidak ada aktivitas pekerja di lokasi proyek.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Flores Timur, Apolonia Corebima, SE., M.Si. mengatakan, lima titik lokasi Jalan Dalam Kota Larantuka itu dikerjakan rekanan atau kontraktor pelaksana CV Indo Konstruksi.

Lima titik lokasi jalan Dalam Kota Larantuka dimaksudnya, yakni Jalan TK Anfrida, Jalan Lorong Kamar Mayat, Jalan SMA Darius-Delsos, Jalan Masuk Perumahan Batu Ata dan Jalan Pintu Masuk Pelabuhan Larantuka.
Kontrak kerja untuk lima titik Jalan Dalam Kota Larantuka itu, kata Nia Corebima, mulai 3 Mei sampai akhir Oktober 2023 dengan pagu anggaran bersumber dari DAU Spesifik Grand sebesar Rp 2,852 miliar. Rehabilitasi yang dikerjakan berupa HRS (aspal), dan rabat bahu jalan.
“Kontraknya sudah berakhir pada akhir Oktober 2023. Sekarang diberi kesempatan kerja sesuai regulasi 50 hari. Dengan konsekuensi setiap hari bayar denda,” kata Nia Corebima di ruang kerjanya, Kamis (9/11/2023).
Menurutnya, pengerjaan proyek rehabilitas Jalan Dalam Kota Larantuka itu seluruhnya sudah 78 persen atau sebagian besar sudah pengaspalan.
Namun Nia Corebima mengakui, saat ini tidak ada aktivitas pengerjaan di lokasi-lokasi tersebut.
“PPK sudah mendorong rekanan agar secepatnya diselesaikan. Kondisinya sampai sekarang belum juga selesai. Kemajuan fisik saat ini sudah 78 persen. Kita Pemerintah beri kesempatan agar tidak rugikan rekanan, tapi sampai batas yang diberikan tidak selesai, maka pada titik tertentu kita ambil tindak sampai PHK,” katanya.
Nia Corebima pada kesempatan itu, juga meminta rekanan atau kontraktor pelaksana segera memindakan atau mengosongkan alat berat dan merapihkan material pasir yang berserakan di badan jalan di titik-titik jalan tersebut.

“Kami sudah sampaikan soal alat berat di depan SDK Lamennais agar segera kosongkan. Sangat mengganggu. Tapi sampai sekarang masih ada. Sampai awal Desember, kami yang akan tarik alat-alat berat itu,” katanya.
Pantauan Florespos.net, Rabu dan Kamis (8-9/11/2023), pengaspalan (HRS) badan Jalan TK Anfrida sudah selesai, namun rabat atau semenisasi bahu jalan belum selesai.
Jalan Lorong Kamar Mayat masih tersisa sekitar 20-an meter yang belum di aspal, badan Jalan SMA Darius-Delsos sudah diaspal, namun rabat bahu jalan belum selesai.
Di lokasi-lokasi itu tidak ada aktivitas pengerjaan oleh pekerja. Material pasir dan batu kerikil masih tertumpuk dan berserakan di sebagian badan jalan.
Di Jalan TK Anfrida, sebagian material sudah dibersihkan oleh sejumlah warga di sekitar ruas jalan itu, karena sering terjadi kecelakaan. Di Jalan Masuk Perumahan Batu Ata sudah dikerjakan.
Sementara Jalan Pintu Masuk Pelabuhan Larantuka di Kelurahan Lokeo sampai sekarang belum ada pengerjaan. Sebagian besar badan jalan masih berlubang dan mengganggu arus lalu lintas kendaraan masuk dan keluar Pelabuhan Larantuka tersebut. *
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










