LARANTUKA, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan SMA Swasta Katolik Santu Darius Larantuka atau SMADRI, di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menginjaki usia pancawindu (40 tahun).
Seiring perjalanan waktu kurang 10 tahun akan memasuki separuh abad, lembaga ini telah mencerdaskan putra-putri di tanah Lamaholot Flotim dan sudah pasti pula melahirkan ribuan tamatan) yang sedang berkarya di seantero planet bumi ini.
Civitas SMA Katolik Darius menyongsong perayaan pancawindu menggelar sejumlah kegiatan penting diantaranya seminar nasional sehari, acara reuni, temu kangen para alumni dari berbagai angkatan, aktivitas sehat jalan santai, dan puncak kegiatan ditutup dengan misa syukur nan meriah dipimpin selebran utama Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung.
Perayaan ekaristi syukur hari jadi ke-40 berlangsung di Auditorium SMA Katolik St. Darius, Jumat (4/8/2023) pukul 08.00-10.00 WITA. Misa yang dihadiri sedikitnya 1000 undangan itu diwarnai lagu-lagu rohani merdu dan semarak.
Sekretaris Panitia Perayaan Pancawindu SMA Swasta Katolik St. Darius, Krisantus Minggu Kwen kepada Florespos.net, Minggu (6/8/2023) menyampaikan pelaksanaan kegiatan pesta lembaga pendidikan milik Keuskupan Larantuka itu.
San demikian sapaan akrab Krisantus Minggu Kwen dosen pada STP Reinha Larantuka itu melaporkan rangkaian kegiatan menjelang puncak pancawindu antara lain: seminar ilmiah skala nasional sehari yang berlangsung di Auditorium SMA Katolik St. Darius, Rabu (2/8/2023).
Seminar nasional mengusung tema akbar: “Strategi Mengelola Pendidikan Sekolah Menengah Atas untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat (Sebuah Upaya untuk Membangun Masa Depan Generasi Muda Indonesia).” Tampil selaku moderator seminar, Vinsensius Chrispinus Lemba, S.Fil, M.Th.
Peserta seminar diestimasi sekitar 500 orang diantaranya sivitas akademika SMA Katolik St. Darius, para kepala SMA se-Kabupaten Flotim, para kades di daratan Flotim dan sebagian dari Pulau Adonara dan Pulau Solor.
Tujuan seminar mencakup 3 poin utama: Pertama: Mengenal dan memahami arah kebijakan nasional tentang pembangunan dan masa depan generasi muda.
Kedua: Memahami pilihan praksis pembelajaran dalam masa-masa khusus, strategi dan implikasinya di tengah dunia kerja.
Ketiga: Memantapkan praksis pendidikan di tengah masa-masa sulit agar menjawab kebutuhan keluarga dan masyarakat.
Seminar menampilkan 4 nara sumber/pemateri antara lain, pertama: Emanuel Melkiades Laka Lena (Wakil Ketua Komisi IX DPR RI). Melki Membedah topik: Arah Kebijakan Nasional tentang Investasi dan Kegiatan Usaha Masyarakat.
Pemateri kedua: Dr. Baharudin, M.Pd pejabat Pengembang Kurikulum Ahli Madya Kemendikbudristek. Topik materi yang diuraikan Baharudin dalam momen seminar yakni: Pencapaian Program Kurikulum Merdeka Belajar.
Pembicara ketiga: Stefanus Gandi, Owner/Pengusaha Muda asal Flores di Jakarta yang menguraikan topik: Peluang Usaha di Era Transformasi Digital.
Pemateri keempat: Kristien Samiyati Pati, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT membedah topik: Masa Depan Pembangunan NTT.
Proviciat pro civitas akademika SMADRI. Selamat dan tetap semangat membangun SDM generasi muda di tanah Lamaholot ini. Tuhan memberkati. *
Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Wentho Eliando










