LARANTUKA, FLORESPOS.net-Komunitas Trash Hero kembali menggelar aksi bersih dan edukasi di Pantai Ketapang, Kelurahan Sarotari Timur, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini merupakan aksi ke-151 yang dilakukan Trash Hero, bertujuan mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik.
Seorang pelajar SMA, Daniel Praengabon, yang mengikuti kegiatan tersebut dari Gudep Smansa Adonara Timur, menjelaskan alasan keterlibatannya dalam aksi pembersihan pantai.
“Alasan saya mengikuti kegiatan pembersihan pantai tadi karena saya juga tergabung di Gudep Smansa Adonara Timur. Untuk kegiatan pembersihan pantai tadi termasuk dari Aplikasi Dasa Darma yang kedua, yaitu cinta alam dan kasih sayang sama manusia,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
“Jadi karena tergabung di Pramuka, maka saya berhak untuk ikut kegiatan pembersihan pantai yang kakak-kakak Trash Hero lakukan sebagai bentuk edukasi ke masyarakat Larantuka,” tambahnya.
Daniel menambahkan bahwa pengalaman membersihkan pantai membuatnya senang sekaligus menyadari tanggung jawab anak muda dalam menjaga lingkungan.
“Saya merasa bahwa itu memang sudah menjadi kewajiban untuk anak muda terutama. Jadi saya senang begitu, senang bisa membersihkan pantai, bisa memberikan kenyamanan bagi orang-orang yang mengunjungi pantai. Jadi setelah membersihkan pantai tadi, maka saya merasa senang,” kata Daniel.
Sementara itu, anggota Trash Hero Larantuka, Rosalia Wanda, yang akrab disapa Lia, mengatakan dirinya bergabung dengan Trash Hero sejak November 2021.
“Trash Hero saya gabungnya itu dari tahun 2021 di akhir tahun, dari November 2021 sampai sekarang,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Lia menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah edukasi dan pengurangan sampah plastik sekali pakai di masyarakat.
“Tujuannya sebenarnya ini aksi bersih dan edukasi. Sebenarnya ini kegiatan dari Trash Hero yang kita buat untuk edukasi ke masyarakat sekitar, khususnya biasanya di pantai itu kegiatannya. Jadi memang edukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarang, apalagi sampah plastik,” jelas Lia.
Lia bilang, Trash Hero memilih Pantai Ketapang karena lokasi tersebut rawan dibuang sampah plastik.
“Kalau pantai itu sebenarnya karena memang lokasi umum yang memang sering orang buang sampah kalau di sini. Di Larantuka itu kayak pantai sih biasanya. Tempat-tempat lain sebenarnya sudah ada penanggung jawabnya,” katanya.
“Jadi kalau misalnya tempat pantai itu sebenarnya tidak ada, kecuali ada jualan atau apa, orang punya tanggung jawab dengan sampahnya. Tapi kalau tidak, kayak pantai luas terbuka saja, sembarang saja,” tambah Lia.
Lia menegaskan, aksi bersih ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pengurangan sampah plastik sekali pakai. Ia menyebutkan bahwa plastik yang dibuang ke lingkungan tidak akan terurai, melainkan menjadi microplastik yang berbahaya.
“Cuma salah satu caranya untuk pengurangan itu kan tidak bisa dibuat dalam waktu cepat. Jadi harus terus-terus dikasih tahu, harus terus-terus dibiasakan. Jadi poin utamanya itu tapi salah satunya juga lewat edukasi di pantai,” jelasnya.
Mengenai peran anak muda dalam kegiatan lingkungan, Lia mengatakan semangat dan energi mereka sangat penting untuk menyebarkan kesadaran.
“Perannya anak muda penting sekali. Jadi semangat dan energinya besar sehingga juga bisa lebih luas untuk pengalaman orang. Jadi yang kedua juga mungkin anak-anak muda biasanya juga aktif berkomunitas sehingga bisa menyebarkan informasi itu ke semakin banyak orang, lebih luas lah,” ungkap Lia.
Dalam kegiatan ini, Trash Hero terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, baik individu maupun komunitas lain. Lia menambahkan.
“Kalau Trash Hero itu sebenarnya dia sangat terbuka, sangat terbuka untuk siapapun yang mau bergabung. Karena kita juga sistemnya volunteer atau relawan begitu. Intinya kami sudah share informasi di sosmed, biasanya orang bisa pantau di situ, bisa bergabung.”
Pesan utama Lia kepada masyarakat adalah menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang plastik ke laut.
“Kalau untuk edukasi misalnya untuk masyarakat, mungkin khususnya untuk di Larantuka. Kalau kita buang sampah, kalau bisa di tempatnya. Pertama, sampah plastik jangan buang di pantai. Kalau memang belum bisa mengurangi atau belum bisa mengolahnya lagi. minimal jangan buang di laut ya. Karena laut bukan tempat sampah,” tutup Lia.
Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando










