BORONG, FLORESPOS.net-Penyandang Distabilitas di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, yang bergerak di pada bisang usaha peternakan, mebeler dan kios mendapat bantuan sosial (Bansos) Asistensi Rehabilitasi.
Bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, di ruang lobi Kantor Bupati, Rabu (11/10/2023).
Bupati Agas Andreas pada kesempatan itu mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah bagi masyarakat khususnya bagi penyandang disabilitas supaya mereka bisa meningkatkan ekonomi.
“Mereka bisa bekerja dengan baik untuk peningkatan ekonomi,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur Matias Mingga mengungkapkan bantuan ini merupakan kolaborasi yang harmonis antara Pemda dalam hal ini Dinas Sosial bersama Kemensos RI.
Matias menjelaskan, batuan tahap pertama, ada 11 orang mendapat kaki dan tangan palsu. Tahap kedua sebanyak 94 orang,” katanya.
Menurut dia, bantuan untuk 94 orang penyandang disabilitas tersebut ada lanjutan dan bantuan baru. Bantuan lanjutan artinya bagi yang sudah pernah mendapatkan bantuan sebelumnya diberikan untuk mendukung pemanfaatannya.
Matias mengatakan, bantuan yang diberikan berupa sembako untuk 70 orang, pemberdayaan melalui ternak babi 14 orang, bantuan ternak kambing 1 orang, bantuan usaha kios 1 orang, pemberdayaan melalui usaha di bidang pertanian 2 orang, usaha membeler 3 orang dan bantuan olah vokal 1 orang.
Selain itu, bantuan alat bantu disabilitas berupa kendaraan bermotor roda 3 sebanyak 2 orang, tongkat pintar adaktif 1 orang, kursi roda adaktif untuk 6 orang anak, dan kursi roda BAB 7 orang.
Dia mengatakan, pemerintah juga merespon kasus anak gagal ginjal di Kampung Bea Lenda, Desa Watu Lanur, Kecamatan Lamba Leda Selatan melalui pemberdayaan keluarga dengan usaha kios, ternak babi dan biaya pendidikan untuk dua orang anak SMP selama satu tahun.
“Seluruhnya bantuan sosial Atensi yang diluncurkan di Kabupaten Manggarai Timur sebesar Rp 334.872.845. Semoga bantuan ini bermanfaat,” kata Matias. *
Penulis: Albert Harianto / Editor: Wentho Eliando










