LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Manager PT. PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, R. M. Ridwan mengatakan, listrik di Labuan Bajo padam berkali-kali pada Selasa (26/9/2023), karena jaringan distribusi utamanya mengalami gangguan.
Kejadian ini sangat disayangkan, karena sudah membuat masyarakat Labuan Bajo tidak nyaman dari sisi penerangan khususnya. Kejadian murni gangguan. Pihak PLN terus berupaya maksimal demi pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Ridwan mengungkapkan itu menanggapi media ini di Labuan Bajo, Rabu (27/9/2023), terkait pemadaman berkali-kali listrik di kota super premium itu, Selasa (26/9/2023), seperti dilansir sebelumnya.
Menurut Ridwan, jaringan distribusi utama yang mengalami gangguan yakni di Lorong Pengadilan Labuan Bajo. Kejadiannya pada Minggu (24/9/2023) sekitar pukul 22.00 Wita.
Gangguan jaringan distribusi utama di Lorong Pengadilan berimbas pada PLTMG Rangko di utara Labuan Bajo, salah satu Pembangkit terbesar di Flores dengan daya 22 Mega.
Kejadian Minggu malam tersebut mengakibatkan sebagian kota Labuan Bajo padam.
Pihak PLN setempat memperbakinya dan baru berhasil baik jam 4.00 Wita dini hari.
Efeknya, listrik tak hanya pada di Labuan Bajo tapi hingga Flores Timur, karena listrik Flores sudah interkoneksi.
Khusus wilayah Golo Koe, Cowang Dereng, Wae Sambi dan beberapa tempat lain di Labuan Bajo pada Selasa (26/9/2023) listriknya kembali mengalami gangguan, sedikitnya 3 kali padam nyala.
Kejadian ini masih terkait gangguan jaringan utama Lorong Pengadilan/PLTMG Rangko. Baru normal kembali listrik setempat sekitar pukul 20.00 Wita sampai sekarang.
Dan untuk sementara pihak ULP (PLN) Labuan Bajo menggunakan jaringan alternati supaya listrik di kota super premium tetap nyala normal, tak terkecuali Flores secara keseluruhan, karena listrik Flores sudah interkoneksi.
“Perbaikan/pembenahan jaringan utama supaya PLTMG Rangko normal kembali dan masuk sistim Flores/inter koneksi normal,” kata Ridwan.
Ketua DPRD Mabar, Martinus Mitar via WA kepada media ini mendesak manajemen PLN Labuan Bajo untuk memastikan penerangan dalam kota Labuan Bajo.
Patut disayangkan peristiwa pada Selasa 27 September 2023 listrik dalam kota Labuan Bajo mati tiga kali. Ada apa sesunggunya dengan PLN Labuan Bajo.
Kalau ada gangguan teknis semestinya disampaikan secara terbuka dengan pelanggan biar masyarakat Kota Labuan Bajo cukup tenang menghadapi peristiwa tersebut.
Apa lagi Presiden hendak berlibur ke Kota Labuan Bajo. Kalau begini keadaan listriknya pasti yang malu masyarakat Kota Labuan Bajo dan Mabar pada umumnya.
“Saya berharap PLN segera memastikan listrik dalam Kota Labuan Bajo tak lagi mengulangi kembali kasus serupa hari-hati mendatang,” ujar Mitar. *
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando










