Ribuan Penduduk Liar di Kelurahan Wae Kelambu Manggarai Barat - FloresPos Net

Ribuan Penduduk Liar di Kelurahan Wae Kelambu Manggarai Barat

- Jurnalis

Selasa, 19 September 2023 - 19:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Penduduk liar di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan  Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT ribuan orang, kurang lebih 5000 jiwa.

Disebut liar karena oknum-oknum bersangkutan tidak melapor diri di pemerintahan setempat, RT dan seterusnya saat awal menetap di kelurahan itu. Sehingga datanya tidak ada di Kelurahan Wae Kelambu.

Demikian Lurah Wae Kelambu Markus Randu kepada Florespos.net di Labuan Bajo, Selasa (19/9/ 2023).

Baca Juga :  Pemkab Mabar Berharap Berbagai Pihak Begabung Dalam Mal Pelayanan Publik

Menurut Lurah Randu, penduduk legal/resmi Kelurahan Wae Kelambu berjumlah sekitar 9000 jiwa. Tetapi penduduk yang liar juga jumlahnya banyak, ribuan.

Namun Randu persilakan media ini konfirmasi Fredi S, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan pada kelurahan setempat terkait data penduduk setempat, Kelurahan Wae Kelambu.

Fredi S. pada kesempatan sama membenarkan Lurah Randu. Kata Fredi, penduduk Kelurahan Wae Kelambu dikenal bagi dalam 3 status.

Baca Juga :  BPOLBF Kembali Gelar POTH II, Saykoji dan Mukarakat Ramaikan Parapuar

Di antaranya penduduk resmi/legal. Mereka resmi terdaftar di pemerintahan setempat. Tetapi ada pula yang tidak terdaftar.

“Orang-orang seperti itu, yang tidak terdaftar itu kita sebut penduduk angin ribut,” katanya.

Soalnya, lanjut Fredi, sebentar- sebentar dia itu ada sini, dan sebentar-sebentar juga ada di sana,” kata Fredi, terus berlalu. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA