RUTENG, FLORESPOS.net-Pengerjaan proyek jalan raya yang dibiayai dana Inpres infrastruktur tahun 2023 sekarang ini di Kabupaten Manggarai, NTT, sudah memasukki masa pengerjaan pasca tuntasnya tender yang dilakukan di Kupang, beberapa waktu lalu.
Proyek bernilai puluhan miliar itu dikerjakan PT Wijaya Graha Prima (WGP) yang kontraknya diteken per 24 Agustus 2023 dan PT Genta Bangun Nusantara (GBN), per 6 September 2023.
Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Jalan Nasional di Manggarai, Djibrael Tuka Rohi yang dihubungi wartawan, Senin (11/9/2023), perkembangan dari pelaksanaan proyek jalan dana Inpres itu adalah telah dimulai realisasi fisik di lapangan, dalam beberapa waktu terakhir. Pengerjaan pasti dikebut mengingat waktu yang mepet.
“Kita meminta dukung Pemkab dan masyarakat agar pelaksanaan di lapangan lancar. Kerjanya pasti langsung dalam tempoh tinggi,” katanya.
Dukungan mutlak, demikian Djibrael, agar pengerjaan fisik tidak mengalami gangguan mengingat proyeknya baru mulai direalisasikan sudah lewat pertengahan tahun.
Dengan itu, pelaksanaan fisik dikerjakan secara baik sesuai dengan skedul dan akhir tahun bisa rampung sesuai dengan kontraknya, yakni per 31 Desember 2023.
Menurutnya, ada dua paket proyek yang dikerjakan, yakni peningkatan jalan Iteng-Nanga Woja-Simpang Melo oleh PT WGP. Anggarannya sebesar Rp 22,8 miliar lebih.
Paket yang satu lagi, yakni peningkatan jalan Simpang Cepang-Simpang Melo-Bangka Sumba yang dikerjakan PT Genta Pembangunan Nusantara dengan anggaran Rp 22,067 miliar lebih.
Total panjang jalan yang dikerjakan dari dana Inpres tahun 2023 yang semua lokasi di Kecamatan Satar Mese itu, 13,5 Km dengan rincian yang dikerjakan PT WGP sepanjang 6,5 Km dan PT GBN sepanjang 7 Km.
Titik yang dikerjakan itu, lanjut Djibrael, atas usulan dari Pemkab Manggarai. Mengapa lokasi lain tidak mendapatkannya? Namanya program pemerintah, pasti akan berkelanjutan.
“Kita berharap, dana Inpres tetap ada untuk tahun-tahun ke depan, sehingga sasaran proyek bisa diarahkan ke tempat lain di daerah ini,” katanya.
Tentang besarnya anggaran proyek itu, sebelumnya, seorang warga Iteng di Ruteng, Hiro Eman mengatakan, ini sangat luar biasa untuk masyarakat di wilayah selatan Manggarai.
Infrastruktur jalan memang perlu bagus mengingat kawasan itu gudang berasnya Manggarai.
“Itu juga jalur selatan Manggarai raya dengan sejumlah destinasi wisata dunia. Apresiasi atas semua itu,” katanya.
Dana Inpres infrastruktur tahun 2023 ini seperti diberitakan media ini, beberapa waktu lalu, menyebar pada sejumlah kabupaten di NTT. Untuk Manggarai anggarannya mencapai Rp 47,8 miliar lebih.
Anggaran sebesar itu di Manggarai hanya dikucurkan untuk penanganan jalan raya di Iteng dan sekitarnya di Kecamatan Satar Mese. Anggaran miliaran itu dipecah dalam dua paket proyek. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










