Terancam Kering, Padi di Persawahan Cancar Manggarai - FloresPos Net

Terancam Kering, Padi di Persawahan Cancar Manggarai

- Jurnalis

Rabu, 23 Agustus 2023 - 11:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Risiko padi sawah ditanam pada musim kemarau adalah tidak mendapat pasokkan air yang memadai seperti terlihat pada areal persawahan Cancar, Manggarai, NTT.

Walau tidak semua, sebagian padi sawah terancam kering karena tidak mendapatkan pasokkan air sesuai dengan kebutuhan.

Fakta padi sawah mulai mengering terpantau wartawan, Rabu (23/8/2023), mudah terlihat di pinggir jalan Trans Flores. Padi ada yang  sudah mati karena sudah lama tidak kebagian air.

Tanah pada sebagian petak sawah pun tampak pecah-pecah karena mengalami kekeringan panjang. Padinya tumbuh merana, layu, dan bahkan mati.

Namun, kondisi secara umum di kawasan itu memang bervariasi. Ada padi sawah yang tumbuh subur dan menghijau karena pasokan air stabil setiap waktu.

Baca Juga :  Pendropingan Logistik Pemilu di Manggarai Mendahulukan Kecamatan Terjauh 

Malah hingga sekaranf walaupun memasuki puncak musim kemarau, sejumlah petani sibuk membajak dan menanam padi di sawahnya.

Seorang petani, Damianus Radu mengatakan,  padi kering karena air yang tidak cukup pada musim kemarau. Umumnya yang kering pada area yang jauh dari sumber air.

“Tidak baru keadaan seperti ini untuk kami. Tanam padi pada musim kering seperti berjudi dengan keadaan alam ini,” katanya.

Dikatakan, petak yang kering sudah pasti sudah lama tidak mendapatkan air. Air dari saluran irigasi tidak sampai di ujung persawahan sehingga keadaannya seperti sekarang ini.

Menurutnya, krisis air memang selalu menjadi momok bagi petani. Karena itu, selalu ada upaya untuk mengatasi masalah tersebut agar sawah tidak mengalami kekeringan dalam kurun waktu lama.

Baca Juga :  Pelabuhan Larantuka Tidak Punya Tempat Khusus Pengangkutan BBM

Sawah yang kering panjang, demikian Radu, dampaknya buruk, yakni padi gagal tumbuh dan bahkan mati. Yang seperti itu, padi tidak bisa diharapkan lagi.

Sebelumnya, petani lain, Tobias Mon mengatakan, petani sebetulnya tahu dengan kondisi air pada musim kemarau. Tetapi, sawahnya tetap dibajak untuk ditanami siapa tahu hujan turun pada musim kering seperti sekarang.

“Wilayah ini sedikit saja musim keringnya. Artinya hujan bisa turun kapan saja pada musim kering sekalipun,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar
Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah
Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi
Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni
Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni
PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan
Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya
Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:27 WITA

RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar

Sabtu, 25 April 2026 - 19:22 WITA

Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah

Sabtu, 25 April 2026 - 08:31 WITA

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 - 20:41 WITA

Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:22 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:37 WITA

Nusa Bunga

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:31 WITA