Praktisi Dunia Wirausaha Anak Muda Sebut Pelatihan Inkubator Bisnis Perlu Ditingkatkan - FloresPos Net

Praktisi Dunia Wirausaha Anak Muda Sebut Pelatihan Inkubator Bisnis Perlu Ditingkatkan

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 11:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Memasuki abad 21 dengan tantangan global dan lompatan perubahan teknologi internet yang sangat pesat hari ini menuntut semua orang agar tidak saja sekadar beradaptasi tapi juga berinovasi dalam menciptakan hal-hal baru untuk menjawab kebutuhan disekitarnya.

Perubahan internet serta inovasinya hari ini pun berdampak langsung pada dunia usaha baik yang sudah eksis maupun yang baru mulai atau merintis.

Praktisi Dunia Wirausaha Anak Muda, Ivan Raymond Rondo saat membawakan materi pada pelatihan Inkubator Bisnis yang diselenggarakan Dispora NTT, Rabu (30/7/2025) lalu mengatakan pelatihan seperti ini perlu ditingkatkan.

Untuk mencapai Indonesia Emas 2045 dari bonus demografi, maka pemerintah NTT melalui Dispora NTT perlu menyelenggarakan kegiatan seperti ini.

Kegiatan ini memiliki visi selain untuk meningkatkan indeks kewirausahaan pemuda juga sebagai agregator untuk mempersiapkan anak muda agar bisa melihat potensi yang ada disekitarnya lalu mengolahnya menjadi produk dan jasa baru untuk mendukung program ekonomi Gubernur NTT yaitu Ovop.

Untuk mengawal ini maka inkubator bisnis perlu dilakukan secara bertahap untuk membekali anak muda bisa berinovasi di tengah perubahan jaman yang sudah serba digital ini.

Ivan Rondo salah satu entrepreneur muda NTT yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun kiprahnya di sektor Industri kreatif dan pariwisata sebagai nara sumber menyampaikan bahwa pentingnya inovasi dan akselerasi teknologi dalam kewirausahaan untuk mendorong anak muda dpt menjadi penggerak ekonomi baru.

Baca Juga :  Baptis 3 orang di Malam Paskah, Jumlah Pengikut Kristus Paroki Onekore Terus Bertambah

Disebutkannya, ada 3 inovasi teknologi yaitu pertama inovasi produk, yaitu bagaimana anak muda dapat Menciptakan produk baru, mengubah kemasan, menambah varian rasa, atau memperbaiki kualitas produk agar lebih sesuai dengan selera pasar.

Contohnya, kopi yang dipanen di proses dan dijual dalam bentuk kemasan plastik,dapat di olah lagi menjadi kopi kemasan yang lebih premium,di kodifikasi menjadi ragam bentuk minuman kopi aneka rasa,termasuk membangun warung kopi sebagai gaya hidup abad ini.

Kedua yaitu Inovasi proses, yaitu kemampuan Mengubah cara kerja agar lebih cepat, efisien, dan hemat biaya, terutama dalam proses produksi, distribusi, atau pelayanan.

Sebagai contoh, Gunakan layanan ekspedisi digital (Anteraja, J&T via aplikasi dsb) untuk pengiriman sehingga Pelanggan dapat tracking langsung sehingga hal ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen secara langsung.

Ketiga, Inovasi Model Bisnis, yaitu Mengubah cara menjual atau berinteraksi dengan konsumen, termasuk kanal distribusi dan sistem pemasaran.

Contoh, produk kopi yang sudah di kemas secara baik, Dulu hanya titip jual di kios-kios kampung. Sekarang bisa jualan lewat TikTok Live, ikut program Affiliate Shopee, dan kolaborasi dengan influencer lokal serta membangun strategy digital marketing yang tepat maka followers naik,jam tayang meningkat maka penjualan pun meningkat drastis.

Baca Juga :  Sepi Pengunjung Pasar Murah di Kantor Bupati Ende, Kabag Umum Usulkan Dibuka di Desa 

Disampaikannya, hari ini Konsumen berubah cepat, Persaingan semakin tinggi, Teknologi berkembang pesat
Dan Anak muda harus jadi  pelopor, bukan pengekor karena Dunia bergerak cepat dan
Bisnis yang lambat pasti akan tertinggal.

Banyak kisah sukses anak muda NTT hari ini yang bukan saja mampu beradaptasi dan kolaborasi tp juga menciptakan banyak inovasi baru dari ragam potensi yang ada,khususnya disektor industri kreatif untuk produk olahan.

Sebagai penutup, disampaikannya, bahwa Inovasi bukan milik orang kota & Akselerasi bukan milik orang kaya.

“Siapapun yang mau belajar dan beradaptasi, bisa jadi penggerak ekonomi baru. Mulailah dari masalah kecil di sekitarmu. Tanamkan semangat inovasi. Gunakan teknologi sebagai alat percepatan.Jadilah generasi yang menciptakan masa depan,” pungkasnya.

Para peserta sangat antusias dengan materi yang di bawakan sangat praktis dan mudah di pahami bahkan saat diskusi pun menjadi hangat dan para peserta puas dengan pemaparan yang tidak saja memotivasi tapi juga memberi bekal dan mindset dan skill set baru bagi mereka dalam membangun usaha rintisan sejak masih muda.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua
Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi
Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:54 WITA

Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua

Selasa, 15 September 2026 - 19:47 WITA

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Selasa, 15 September 2026 - 17:06 WITA

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa

Selasa, 15 September 2026 - 13:26 WITA

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA

Nusa Bunga

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:26 WITA