Ada Titik Terang Hak Pengelolaan Lahan di Manggarai Barat

- Jurnalis

Senin, 9 Oktober 2023 - 22:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Gonjang ganjing Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di sejumlah desa di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, mulai ada titik terang.

Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) mulai mengakomodir usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar terkait hal dimaksud.

Di antaranya meminta Pemkab Mabar melengkapi data dukung lokus-lokus HPL. Data dukung antara lain peta/GPS.

“Kita tidak bisa bicara saja, harus ada data dukungnya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Mabar, Theresia P. Asmon menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo, Senin (9/10/2023).

Eks Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar itu dimintai tanggapan terkait perkembangan pengurusan HPL seluas lebih dari 3000 hektare di sejumlah desa di selatan Kecamatan Komodo seperti dilansir media ini sebelumnya.

Menurut Kadis Asmon, ada 4 desa di selatan Kecamatan Komodo yang jadi bagian dari HPL ribuan ha tersebut, yaitu Desa Warloka, Tiwu Nampar, Golo Pongkor, dan Desa Macang Tanggar. Khusus lokasi transmigrasi lokal (translog) berada di Desa Macang Tanggar.

Baca Juga :  Potret Pendidikan di Ende, Siswa Belajar di Gedung Reyot, Gaji Guru Rp 500 ribu Per Semester

Kata Kadis Asmon, data dukung peta/GPS sangat penting bagi Pempus/Kemendes PDTT. Hal itu supaya begitu sebut lokasi-lokasi HPL langsung lihat di data dukung peta/GPS-nya, sehingga langsung keluar lokus-lokus itu, tak masuk lagi dalam HPL.

Tempat-tempat tersebut antara lain fasilitas publik atau tanah pribadi/milik orang perorangan/hak ulayat sejak dulukala, sudah menjadi rumah warga sejak dulu, sudah perkampungan masyarakat sejak dulu. Pempus/Kemendes PDTT tinggal melihat di peta dan selanjutnya tidak lagi bagian dari HPL.

Sehingga Pemkab Mabar, dalam hal ini Dinas Nakertrans, Koperasi dan UKM bersama Pemerintah Kecamatan Komodo dan 4 Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat baru-baru ini menggelar pertemuan sehubungan dengan hal itu di Labuan Bajo.

Sehubungan dengan HPL, ungkap Kadis Asmon, nanti akan terlibat Kementerian Agraria/Pertanahan, disamping Kemendes PDTT.

Lanjut Kadis Asmon, 4 fasilitas umum di 4 desa yang jadi bagian dari HPL itu sudah disampaikan Pempus/Kemendes PDTT karena ada data dukungnya. Keempat fasilitas umum tersebut antara lain reservoar di Desa Tiwu Nampar, dan SD di Desa Warloka.

Baca Juga :  Demi Keadilan Manggarai Barat, Bangun Tuntas Jalan Golo Mori-Ceremba

Sedangkan fasilitas umum lain yang akan menyusul. Di antaranya Puskesmas Benteng di Desa Golo Pongkor, kantor desa ke 4 desa setempat serta lain-lain. Data dukung tanah pribadi/orang perorangan/hak ulayat juga akan menyusul kalau data dukungnya sudah ada/terurus.

Namun untuk memuluskan segala urusan terkait ini tentu tidak lepas dari biaya. Baik anggaran tingkat Kabupaten/APBD pun anggaran di 4 desa/dana desa.

“Anggaran belum ada om,” ujar Kadis Asmon.

Sebelumnya Ketua DPRD Mabar, Martinus Mitar, mengungkapkan, anggaran urus HPL di Kecamatan Komodo dalam proses. Itu masuk di pos Dinas Nakertrans Koperasi dan UMKM Mabar.

Tempo hari, demikian Mitar, waktu Rapat dengar pendapat (RDP) antar Aliansi Masyarakat Mburak Bersatu, DPRD Mabar dan pihak Dinas Nakertrans Koperasi dan UMKM Mabar di Labuan Bajo terkuak anggaran untuk itu sekitar Rp.400 juta, katanya. *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting
Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas
Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat
Pelindo Maumere Harapkan Tahun 2026 Kapal Penumpang Sudah Sandar di Dermaga Empat
PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan
Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’
Empat Warga Kalo Reok Barat Temukan Jenazah Siswa yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai
ASN PPPK Paruh Waktu Guru dan Nakes di Manggarai Timur Terima SK–Ini Rincian Gajinya
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:41 WITA

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting

Senin, 19 Januari 2026 - 19:24 WITA

Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas

Senin, 19 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat

Senin, 19 Januari 2026 - 17:36 WITA

PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:38 WITA

Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’

Berita Terbaru

Opini

Rasio vs Emosi: Menyikapi Narasi “Darurat 7 Hari”

Senin, 19 Jan 2026 - 21:58 WITA