BAJAWA, FLORESPOS.net-Antonius Ndiwal, S.Fil., M.Th yang sering disapa Yanto Ndiwal dipercayakan menjadi Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngada periode 2023- 2028.
Yanto Ndiwal merupakan mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Riung Barat.
Sebelumnya Yanto Ndiwal bersama dua rekannya yakni Sebastianus Fernandez dan Walterius Niku ditetapkan menjadi anggota Bawaslu Kabupaten Ngada periode 2023-2028.
Pria kelahiran Mbazang, Riung Barat, 11 Februari 1987 ketika ditemui di kediamannya, Selasa (22/8/2023) mengungkapkan terpilih menjadi anggota Bawaslu Kabupaten Ngada menggantikan Ketua sebelumnya Sebastianus Fernandez sangat terharu.
“Airmata haru karena telah melewati tahapan seleksi yang cukup menantang pikiran, perasaan, tenaga, dan tentunya biaya karena sebagian tahapan dilakukan terpusat di Kupang.” ungkap Yanto Ndiwal yang pernah mengenyam pendidikan Sarjana Filsafat pada Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Diungkapkannya hadir juga perasaan rindu tak bertepi, karena dipercayakan mengemban tanggung jawab yang mulia untuk Demokrasi di tanah Ngada yang tentunya harus berkualitas dan bermartabat.
Ketika didaulat menahkodai Bawaslu Kabupaten Ngada dirinya spontan memikirkan integritas dan profesionalitas.
Hal ini karena Integritas dan Profesionalitas menjadi denyut nadi semua unsur penyelenggara pengawas di tanah Ngada.
Bersama kedua rekannya sebagai Anggota Bawaslu Kabupaten Ngada pihaknya akan menjalankan tugas yang dipercayakan tersebut.
Harapannya mengenai tugas kepengawasan Pemilu dalam jajaran pengawas di Kabupaten Ngada adalah bahwa pengawasan Pemilu di tanah Ngada harus ditingkatkan dengan berbagai inovasi dalam program kerja kita ke depan.
“Mimpi besar saya adalah menjadikan Bawaslu Kabupaten Ngada sebagai laboratorium pengawasan partisipatif. Maka hadirnya pengawas Pemilu harus berdampak pada tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu yang tentunya sesuai asas-asas pemilu dan prinsip-prinsip Pemilu,” tambahnya.
Kepada peserta Pemilu dimintanya agar selama dalam tahapan Pemilu harus bisa memberikan dampak edukatif tentang kepemiluan di Ngada.
Peserta Pemilu kiranya dapat berkontribusi dalam memberikan pendidikan politik yang baik dan benar kepada masyarakat pemilih.
Bawaslu membuka ruang yang seluas-luasnya dan seadil-adilnya kepada Peserta Pemilu untuk berkonsultasi mengenai proses, tahapan, dan regulasi.
Jebolan Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK )Ledalero jurusan Teologi ini mengatakan jajaran Bawaslu Kabupaten Ngada berkomitmen pula untuk menjadikan KPU Ngada sebagai sahabat Bawaslu Ngada dalam mewujudkan Pemilu yang damai dengan hasil berkualitas dan bermartabat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, normatif, prosedural.*
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus










