MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 35 siswa SMKN 2 Maumere yang berlokasi di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat mengikuti Diklat Basic Safety Training Selama Satu pekan yang berakhir pada Rabu (19/7/2023).
Kegitan ini dibuka oleh Pejabat Kementerian Perhubungan Transportasi Laut Captain Zaki Mulyano didampingi Tim Kementerian Meylisa Nurul Fajri, Direktur Mandalika Martine Center Capt. Febrian Primananda Hariawan, M.Mar; Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Sarana dan Prasarana SMKN 2 Maumere Silvester Gudu, S.Pd, dan Ketua Panitia Aprinus, A.Md di Aula Lembaga pendidikan itu, Jumat (14/7/2023).
Selaku narasumber dalam kegiatan ini tim dari Mandalika Martine Center (MNC), Mataram, Provinsi NTB yakni Capt. Febrian Primananda Hariawan, M.Mar (Direktur MNC); dan Fathurrahman,S.Sos, Febry, dan teknisi L.M. Mujiburrahman.
Ada pun materi yang diterima/diikuti peserta selama diklat ini.Hari pertama, materi tentang Dasar-Dasar Pertolongan Pertama (Elementary First Aids/EFA) yang meliputi mengevaluasi tanda vital korban, pengetahuan dasar susunan dan fungsi tubuh, meletakkan posisi korban, teknik pertolongan pernafasan buatan, mengontrol pendarahan, dasar penanganan shoc, penanganan luka bakar dan luka karena sengatan listrik, pertolongan dan pemindahan korban, penggunaan pembalut da peralatan P3K, penilain dan evaluasi.
Hari Kedua, Materi tentang Teknik Pertahaan Diri (Personal Survival Tecknic/PST) yang meliputi keadaan darurat di atas kapal, peralatan keselamatan diri, perlengkapan dalam sekoci penolong, prinsip-prinsip metode bertahan hidup di laut, dan penilaian dan evaluasi.
Hari Ketiga tentang Keselamatan Diri dan Tanggung Jawab Sosial atau Personal Safety Social Responsibility (PSSR) meliputi prosedur keadaan darurat, pencegahan polusi, keamanan dan keselamatan kerja, komunikasi efektif di atas kapal, hubungan antar mamisia di atas kapal, manajemen mengontrol kelelahan, dan penilaan dan evaluasi.
Hari Keeempat tentang Pemadam Kebakaran atau fire prevention and ire Fighting (FF) yang meliputi upaya meminimalisasi risiko kebakaran, menjaga kondisi kesiapan untuk merespons situasi darurat terkait kebakaran,pemadam kebakaran dan penggunaan kelengkapan penilaian dan evaluasi.
Hari Kelima tentang Praktik Pemadam Kebakaran atau fire prevention and ire Fighting (FF) dan Praktik Teknik Pertahaan Diri (Personal Survival Tecknic/PST).
Untuk materi pratik FF meliputi briefing and explaining equipment, portable fire extinguisher, miscellaneous of fire fighting equipment, practice breathing apparatus, unrolled & rerolled fire hose, portable fire extinguisher, practice figh big fire, water hydrant Nozzle, Rerolled fire hose.
Sedangkan materi praktik PST meliputi cara menggunakan life jacket, melompat dari ketinggian, membalikan life Raft, memasuki life boat, memasuki life Raft, cara menggunakan lofe Buoy.
Pantauan media ini dalam dua hari terakhir, 35 siswa peserta diklat sangat antusias mengikuti semua materi yang dibawakan oleh narasumber seperti materi peralatan keselamatan diri, perlengkapan dalam sekoci penolong, prinsip-prinsip metode bertahan hidup di laut, dan penilaian dan evaluasi.
Pada sesi ini, narasumber Fathurahman juga memperlihatkan aneka peralatan keselamatan diri da perlengkaoan dalam sekoci penolong seperti Briting Aparatus, Nozzel Sepray, Fire House, Fire Blanket, Fire Alarm, baju tahan api, CO2 dll.
“Kami sangat senang bisa mengikuti Diklat Basic Safety Training ini,” kata Mario salah satu peserta. *
Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando










