Tiga Tahun Terakhir, Hasil Tanaman Komoditi Petani Sokoria Selatan Turun Drastis - FloresPos Net

Tiga Tahun Terakhir, Hasil Tanaman Komoditi Petani Sokoria Selatan Turun Drastis

- Jurnalis

Jumat, 11 Agustus 2023 - 15:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Petani di Desa Sokoria Selatan, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, NTT mulai mengeluh soal ekonomi. Pasalnya pada tiga tahun terakhir tanaman komoditi yang menjadi penghasilan utama petani di desa itu turun drastis bahkan ada yang tidak berbuah.

Kepala Desa Sokoria Selatan, Albertus Wanda kepada Florespos.net, Jumat (11/8/2023) di kantor desa membenarkan bahwa kondisi ini sudah dikeluhkan oleh petani di desanya.

Dikatakannya, sumber penghasilan utama dari petani di desanya yaitu  kopi, kemiri dan cengkeh. Kades menyampaikan produksi tiga tanaman komoditi unggulan ini menurun drastis bahkan ada yang tidak berbuah pada tiga tahun terakhir.

Baca Juga :  Sehari Bermain Bersama Anak, Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Aksi Generasi Iklim 2025

“Kalau kopi dan kemiri masih ada sedikit – sedikit tetapi cengkeh tidak berbuah sama sekali pada tiga tahun terakhir,” katanya.

Kades Albertus mengatakan hingga saat ini petani  tidak tahu dengan kondisi ini sambil berharap segera berlalu.

“Kami tidak tahu apa penyebabnya. Untuk mengatasi makan minum di rumah kami dorong masyarakat untuk perkuat tanaman holtikultura,” katanya.

Kades Albertus melanjutkan untuk membantu ekonomi masyarakatnya pemerintah desa melibatkan masyarakat pada pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Baca Juga :  Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Saat ini Pemerintah Desa Sokoria Selatan sedang membangun tembok panahan badan jalan. Pekerjaan ini dilakukan dengan sistem padat karya yang melibatkan seluruh masyarakat untuk bekerja. Anggaran untuk Harian Orang Kerja (HOK) sebesar Rp 43 juta yang akan diberikan kepada warga yang bekerja.

“Kita ambil terobosan dengan cara seperti ini untuk membantu ekonomi masyarakat sambil mendorong petani untuk perkuat di sektor holtikultura,” katanya. *

Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 September 2026 - 17:52 WITA

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 September 2026 - 14:25 WITA

PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA

Nusa Bunga

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:52 WITA