LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Konflik manusia versus biawak Komodo di Taman Nasional Komodo (TNK) seakan tak pernah berkesudahan. Hingga kini banyak orang menjadi korban binatang purbakala raksasa tersebut.
TNK kewenangan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Instansi lapangan yang mengelola TNK yakni BTNK. TNK bagian DARI Kabupaten Managgarai Barat (Mabar) Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berbagai sumber menyebutkan, sejak puluhan tahun silam lusinan orang sudah dimangsai Komodo di TNK. Baik yang mati maupun luka-luka, entah penduduk lokal, petugas maupun turis domestik dan asing.
Salah seorang yAng lenyap di TNK, tepatnya di Pulau Komodo, Baron Rudolf Reding Von Biberegg. Kisah akhir hidupnya di nusa mini savana tersebut (Pulau Komodo) tampak begitu singkat.
Pada 18 Juli 1974 dia melancong di Pulau Komodo. Namun seketika itu pula ajal menjemput. Dalam seper sekian detik Baron Rudolf Von Biberegg lenyap bagai ditelan bumi, dan tersangkanya hewan purbakala raksasa Komodo.
Dikala ajal tiba di Pulau Komodo 1974, Baron Rudolf Von Biberegg genap usia 74 tahun. Dia datang menggunakan kapal kayu dengan sekelompok wisatawan mancanegara lainnya asal benua biru-Eropa.
Bersama sekawanan turis asing itu, Baron Rudolf Von Biberegg, mendarat di Loh Liang Pulau Komodo. Komodo setempt diberi umpan seekor kambing. Hal itu demi menyaksikan keganasan dan kebuasan binatang purba Varanus Komodoensis alias Komodo.
Namun kala itu ada Komodo yang merasa terusik dan terganggu atas kehadiran Baron Rudolf Von Biberegg. Seketika itu pula pria asal Swiss tersebut hilang lenyap. Dicari tidak ditemukan.
Sesuai data BTNK, total serangan Komodo terhadap manusia di TNK sepanjang 1974-2023 ada 36 kasus. Korban luka-luka 31 orang, dan 5 sisanya mati, termasuk Baron Rudolf.
Florespos. net medapatkan data dimaksud dari Sekretaris BTNK Urbanus Sius belum lama berlalu di Labuan Bajo seizin Kepala BTNK Hendrik Rani Siga.
Tentang Baron, dalam data BTNK hanya tertulis Baron Rudolf. Tapi sumber lain menyebutkan Baron Rudolf Von Baberegg.
Masih data BTNK, selama kurun waktu 1974-1984 ada 3 kasus serangan Komodo atas manusia di TNK. Seorang warga setempat asal kampung Rinca (TNK) luka sedang, dan 2 lainnya meninggal. Satu orang asal kampung Rinca, dan seorang lagi turis bernama Baron Rudolf.
Dekade 1984-1994 ada 3 kasus. Korban meninggal satu orang, juga asal kampung Rinca, dan 2 lain alami luka ringan. Periode 1994-2004 ada 8 kasus, 2 luka sedang dan 6 luka ringan.
Rentang waktu 2004-2014 makan korban 15 orang. Dua orang mati, masing-masing asal kampung Komodo (TNK) dan seorang dari pulau Messah (luar TNK/tetangga Pulau Komodo). Di masa waktu 2014-sekarang tercatat 7 kasus, 1 luka berat, 5 luka sedang, 1 luka ringan.
Data yang sama mencatat, bahwa kasus gigitan Komodo di TNK sebagian besarnya dialami oleh petugas dan masyarakat dalam kawasan TNK. Sedangkan kasus menyerang wisatawan hanya 2, termasuk Baron Rudolf.
Masih data BTNK, manusia pertama tercatat sebagai korban serangan Komodo adalah Baron Rudolf. Terhadap kasus ini tidak ada saksi mata, tak ada jejak kaki, tidak ada sisa tubuh korban di tempat kejadian perkara (TKP).
Kasus ini dikenang sebagai catatan gigitan Komodo pertama kepada wisatawan. Atas hal itu pula dibangun sebuah monumen sebagai pengingat kejadian itu. Dan bukit tempat kejadian perkara dinamai bukit Rudolf, lokasinya di Loh Liang Pulau Komodo.
Baron Rudolf Von Baberegg telah pergi dan tak pernah kembali. *
Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus










