Menyingkap Keunikan Longos di Barat Flores - FloresPos Net

Menyingkap Keunikan Longos di Barat Flores

- Jurnalis

Senin, 19 Juni 2023 - 09:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Pulau Longos di utara Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur  (NTT). Daratan kecil ini dikitari laut Flores. Dari dan ke Longos hanya dilayani jasa transportasi laut.

Separuh nusa mini di barat Flores tersebut bagian dari Kecamatan Masang Pacar. Sedangkan lainnya masuk zona Kecamatan Boleng, yaitu wilayah administrasi Desa Pontianak.  Mayoritas warganya nelayan.

Longos nun jauh di sana. Konon pulau ini kategori daerah terluar dan terdepan Mabar. Namun demikian, darat dan laut sekitar Longos justru menyimpan misteri. Banyak  hal belum terkuak. Aneka obyek alam nan indah, unik dan langka masih terpendam.  Adat istiadat/budaya masyarakat setempat juga unik.

Udin, Kepala Resor Konservasi Labuan Bajo, Mabar, NTT akui potensi alam Longos. Entah itu daratan maupun lautan sekitar.

“Kita selalu punya program kerja ke Longos. Pengamatan spesies, ” ujar Udin Resor Konservasi Labuan Bajo membawahi Cagar Alam (CA) Wae Wu’ul dan sekitar.

Resor ini berada di bawah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Pulau Longos dan perairan sekelilingnya bagian dari pengamatan spesies BBKSDA  NTT/CA Wae Wu’ul.

Baca Juga :  Dana Transfer Daerah Manggarai Barat 2026 Menurun, Sekda: Nyaris Hanya untuk Gaji Pegawai

Kepada FloresPos.net di Labuan Bajo belum lama berselang, Udin ungkapkan, Pulau Longos salah satu habitat asli Komodo Flores. Di sana juga ada monyet, serta rumah ribuan kelelawar/kalong.

Selain itu, di Pulau Longos juga tempat hidup kekal abadi 58 jenis burung. Di antara lain burung Gosong, Ayam Hutan, Elang, dan Kakatua Jambul Kuning. Lautan sekitar Pulau Longos juga ada kehidupan terumbu karang. Pesisir setempat  juga terbentang rerimbunan bakau/mangrove dan lain-lain.

Penduduk yang mendiami nusa kecil Longos juga punya budaya/adat istiadat nan  unik. Karena di sana hidup tiga suku, yaitu Suku Manggarai (Mabar), Bugis, dan suku Bajo. Adat istiadat/budaya ketiganya tidak sama, beda-beda.

Kepala Desa (Kades) Pontianak, Syarifudin, juga akui keberagaman obyek wisata di Pulau Longos dan perairan sekitarnya, baik alam pun budaya setempat. Obyek-obyek itu indah, langka, dan unik.

Di Pulau Longos tidak hanya ada habitat asli Komodo Flores. Di antaranya juga ada banyak monyet, dan burung kakatua. Jutaan kalong/kelelawar juga berumah di nusa kecil itu sejak dulukala. Laut sekitarnya ada karang. Pesisir setempat juga tumbuh subur mangrove/bakau alam dan sebagainya.

Baca Juga :  Pemda Sikka Jelaskan Soal RS TC Hillers, Puskesmas Nanga dan Kartu BPJS Kesehatan PBI

Sayangnya semua potensi luar biasa tersebut belum tersentuh, belum diurus sempurna. Belum ada pihak yang mau kelola dalam artian sektor pariwisata.

“Yang datang di sini paling-paling pihak tertentu. Mungkin peneliti Komodo. Mereka pasang kamera treb terkait Komodo sini, ” ungkap

Kades Syarifudin melalu telepon kepada media ini belum lama berlalu.  Namun, demikian bekas anggota DPRD Mabar 2004-2009 tersebut, berharap ada pihak yang melirik potensi Longos nan luar biasa itu. Mengurus total dan komperhensi  pontensi pariwisata setempat.

Dengan begitu ada manfaatnya kelak. Memakmurkan masyarakat Longos dan Mabar umumnya. Juga keberlanjutan pelestarian alam dan budaya/adat istiadat setempat.

Longos adalah mutiara yang masih tersembunyi. Potensi yang masih terpendam. Longos masih menanti jamahan tangan para bijak. Nusa mini di utara Mabar, di barat Flores itu indah, langka dan unik. Longos nan eksotis. *

Penulis:  Andre Durung/Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah
Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Berita ini 416 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:19 WITA

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WITA

Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten

Minggu, 13 September 2026 - 15:44 WITA

Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende

Minggu, 13 September 2026 - 15:38 WITA

TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA