Menilik Dampak dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Prodi PKK, Stipar Ende Gelar Webinar - FloresPos Net

Menilik Dampak dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Prodi PKK, Stipar Ende Gelar Webinar

- Jurnalis

Rabu, 2 Agustus 2023 - 21:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Dalam upaya mendapatkan gambaran tentang implementasi Kurikulum Merdeka pada pendidikan dasar dan menengah serta masukan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di Program Studi (Prodi) Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK), Sekolah Tinggi Pastoral (Stipar) Ende, di Kabupaten Ende, NTT, menggelar webinar.

Berdasarkan rilis yang diterima Florespos.net, dari Tim Seksi Dokumentasi dan Publikasi Webinar Stipar Ende, Rabu (2/8/2023), menyebutkan, webiner mengusung tema “Implementasi Kurikulum Merdeka di Pendidikan Dasar dan Menengah dan Dampaknya bagi Prodi PKK”, berlangsung di lembaga pendidikan tersebut, Rabu (2/8/2023).

Webinar diikuti para dosen dan tenaga kependidikan Stipar Ende, para mahasiswa dan alumni Stipar Ende serta undangan lainnya dibuka oleh Ketua Stipar Ende, RD. Frederikus Dhedhu, Lic.

Webiner itu penting, mengingat subjek konsentrasi studi di Stipar Ende adalah calon-calon guru di tingkat dasar dan menengah di masa mendatang dan penyuluh Agama Katolik yang juga akan terjun dalam dunia pendidikan.

Ketua Panitia Webinar, Maria Yulita C. Age, S.Pd M.Pd, mengatakan, webinar itu menghadirkan tiga narasumber. Antonius N. Puskurbuk, B.Th (Staf Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP, Kemendikbud), Hibatun Wafiroh (Sekjen Ikatan Guru Indonesia) dan RD. Fransiskus Soda Betu, M.Pd (Dosen Stipar Ende).

Baca Juga :  Fun Football PEDOX CUP I, Anak Muda Waibalun Rayakan Semangat Sumpah Pemuda

Antonius Puskurbuk membahas tema “Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Pendidikan Dasar dan Menengah”. Hibatun Wafiroh membedah gagasan tentang “Skenario Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Belajar” dan RD.Fransiskus meneropong tema “Pendidikan Katolik dan Tantangan Kurikulum Merdeka”.

RD Frederikus dalam sambutannya, menegaskan berhadapan dengan Kurikulum Merdeka Belajar, para guru dan calon guru perlu memahami filosofi dan makna dasar Kurikulum Merdeka Belajar.

Hadirnya Kurikulum Merdeka menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Dalam Kurikulum Merdeka, katanya, siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas. Namun, juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau yang disebut sebagai wujud Profil Pelajar Pancasila.

RD Frederikus mengatakan, Profil Pelajar Pancasila, adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama.

Baca Juga :  345 Aparat  Gabungan Jaga Keamanan Rapat Pleno KPU Ende

Ciri tersebut, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis, dan kreatif.

Melalui Profil Pelajar Pancasila, kata RD. Frederikus, pelajar Indonesia memiliki kompetensi yang demokratis untuk menjadi manusia unggul serta produktif di abad ke-21 di era teknologi semakin canggih dan globalisasi.

Selain itu, pelajar Indonesia diharapkan bisa berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta kuat menghadapi tantangan dalam kehidupan yang akan datang.

RD Frederikus mengatakan, Profil Pelajar Pancasila menjadi tujuan jangka panjang dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah untuk membentuk kompetensi serta karakter yang penting bagi setiap warga sekolah.

Pelajar Pancasila juga menjadi benang merah yang bisa mempersatukan segala praktik yang dapat dijalankan di sekolah.

RD Frederikus berharap agar seminar nasional ini dapat memberikan pencerahan kepada para peserta. *

Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA