Anggota DPR RI, Andreas Hugo Parera: Perubahan Kurikulum Itu Perlu - FloresPos Net

Anggota DPR RI, Andreas Hugo Parera: Perubahan Kurikulum Itu Perlu 

- Jurnalis

Senin, 24 Juli 2023 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net –  Anggota DPR RI dari Komisi X Andreas Hugo Parera mengatakan, kurikulum tak bisa statis karena harus mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah.

“Banyak sorotan publik soal sering rubah atau ganti kurikulum. Termasuk ketika muncul diskusi awal soal kurikulum merdeka,”ujar Hugo Parera ketika berbicara pada sosialisasi kurikulum merdeka di hadapan 100 guru di Hotel Revayah, Ruteng, Manggarai, NTT, Senin (24/7/2023).

Mengapa kurikulum diubah atau malah diganti. Pertimbangan utama karena harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Dikatakan, kurikulum harus bisa menjawabi kebutuhan zaman yang terus berubah. Kalau tidak, maka pendidikan tidak berkembang dan jauh ketinggalan dengan perkembangan zaman. Karena itu, perlu dan bahkan harus dilakukan perubahan kurikulum itu.

Baca Juga :  Siswa SMPN 4 Langke Rembong Manggarai Tampilkan Game Tournament Ular Tangga Saat Ujian Akhir Matematika

Menurutnya, bisa dibayangkan  jika kurikulum tidak berubah. Dulu zaman batu tulis, sekarang teknologi digital. Lonjatannya jauh sekali. Apakah tidak boleh merubah kurikulum dalam situasi seperti itu?

Sekarang ini, demikian politisi dari PDIP itu, sedang digalakan sosialisasi pelaksanaan kurikulum merdeka. Kurikulum ini bermaksud memerdekaan cara berpikir yang terkungkung.

“Satuan pendidik bisa melakukan inovasi dan kreasi dalam pembelajaran yang sesuai dengan potensi daerah dan kemampuan semua unsur di sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Dalam Pastoral Ekologis, Keuskupan Ruteng Ingin Kembangkan Juga  Ekonomi Ekologis

Apa yang diajar sekolah tidak jalan sendiri dan jauh dari kondisi riil daerah. Sekolah harus pandai berinovasi demi anak didiknya.

Sedangkan pejabat dari Pusat Kurikulum Kementerian Dikbud, Riset, dan Teknologi RI, Baharudin mengatakan, kurikulum ini memerdekan para guru untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi.

“Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan kreasi dan inovasi yang sesuai dengan kondisi riil satuan pendidikan,” katanya.

Kurikulum merdeka perlu terus sosialisasikan dan digaungkan ke seluruh pelosok negeri. Hal itu penting agar semua tahu dan ketika dilaunching tahun depan, semua sudah siap melaksanakan. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:47 WITA

Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WITA

9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA