RUTENG, FLORESPOS.net-KPU Manggarai, NTT, dengan para wartawan menggelar focus group discussion (FGD) dalam rangka persiapan bertajuk ‘Menuju 55 Hari Pemilu 2024’.
FGD yang baru pertama kali dilakukan KPU Manggarai dalam seluruh proses dan tahapan Pemilu 2024 itu mengambil tempat di Efata Ruteng, Rabu (20/12/2023).
FGD dibuka Ketua KPU Thomas Aquino Hartono didampingi anggotanya seperti Rikard Pentor, Alberth Efendi, Yohanes Sunardianto Gampung, Maria Santi Kantur bersama para pegawai sekretariat.
Dalam diskusi ini cukup banyak hal yang menjadi perhatian berkaitan seluruh proses dan tahapan yang sudah dan sedang dilaksanakan menuju Pemilu 2024.
Dalam dinamika ini diskusi yang disoroti di antaranya soal masalah klasik dari Pemilu ke Pemilu, yakni terjadinya banyak keributan pada hari puncak seperti pemilih tidak masuk daftar pemilih tetap, pemilih tak mendapat undangan, pemilih pindah dari tempat lain, dan lain-lain.
Dan, agenda terbaru yang kini sudah dan sedang dikerjakan KPU untuk juga meminta dukungan para pelaku media adalah soal logistik yang sudah tiba Ruteng, tahapan kampanye, dan juga rekruitmen petugas Pemilu di tingkat desa hingga di tempat pemungutan suara (TPS).
Ketika itu, Ketua KPU Manggarai, Thomas Aquino Hartono mengatakan, idealnya setiap proses dan tahapan selama ini harus selalu nelibatkan pelaku media sebagai salah satu pilar demokrasi.
“Polanya baru bisa kita temukan belakangan ini. Karena itu, kita mulai dengan FGD ini guna saling berbagi informasi tentang ke-Pemiluan-an,” katanya.
Mengapa ini perlu karena peran wartawan besar sekali dalam mempublikasi apa yang terjadi atau tahapan yang sedang dilaksanakan penyelenggara.
Dengan itu, publik atau masyarakat tahu apa yang dilakukan, termasuk juga jika ada persoalan riil di lapangan.
Karena itu, apa yang dilakukan ini merupakan awal dari kerja bersama ke depan agar berjalan bersama untuk Pemilu 2024 yang lebih baik dan berkualitas.
Ketika itu, Ketua KPU Manggarai menyampaikan maaf kepada para pelaku media karena tidak intensnya koordinasi dan komunikasi selama ini seperti yang dilakukan Bawaslu Manggarai.
“Jujur, saya mohon maaf kepada kawan-kawan semua,” katanya.
Ketika itu semua komisioner memaparkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya dalam ke-Pemilu-an untuk Pemilu 2024 ini.
Menurut Komisioner Maria Susanti Kantur, divisinya yang selama ini banyak berhubungan masyarakat karena mengurus bidang sosialisasi, pendidikan pemilih, Parmas, dan sumber daya manusia.
“Kita sebetulnya sering bertemu karena berkaitan dengan sosialisasi. Ke depan, kita akan selalu bersama agar partisipasi pemilih makin baik dari Pemilu yang lalu,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










