LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Penetapan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu daerah super prioritas di tanah air oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu atas alasan pariwisata menjadi magnet bagi PLN.
Betapa tidak, dengan brand super prioritas justru mendorong PLN membentuk Unit Layanan Pelanggan (ULP) 3 Flores Bagian Barat berpusat di Labuan Bajo ibu kota Mabar yang dijuluki kota koordinasi super premium.
Dengan hadirnya ULP 3 tersebut setidaknya pemantik bagi investor yang membutuhkan listrik untuk berinvestasi di tanah Flores dan Lembata, khususnya di Flores bagian barat, tidak terkecuali di Labuan Bajo Manggarai Barat dan sekitar. PLN siap menerima investror dan masyarakat yang membutuhkan listrik.
“ULP tiga hadir di Labuan Bajo untuk mendekatkan pelayanan, termasuk bagi investor yang membutuhkan listrik. Soalnya Labuan Bajo super prioritas,” kata Asisten Manajer Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan ULP 3-PLN Flores Bagian Barat,” Darius Uren menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.
Uren yang asal Lembata itu antara lain dimintai tanggapan tentang peluang dan tantangan PLN Flores Bagian Barat.
Dijelaskan, ULP 3 (PLN Flores Bagian Barat) membawahi Ngada termasuk Nagekeo, Manggarai termasuk Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Peluang PLN Flores Bagian Barat (ULP 3) yakni Labuan Bajo daerah pariwisata super prioritas. Dengan itu tentu banyak investor datang berinvestasi di Flores, termasuk di Labua Bajo dan sekitar, khusus investor yang membutuhkan listrik, disamping melayani listrik bagi masyarakat umum.
“Ya, Labuan Bajo ini magnet buat kita PLN. Karena alasan Super prioritas tadi,” ujar Uren
Sedangkan tantangan PLN Flores Bagian Barat (ULP 3) yakni medan. Topografinya gunung, lembah, dan sebagainya, tidak terkecuali pohon-pohon.
Sejauh ini pohon yang tumbang, patah dan mengenai jaringan listrik pasti padam. Mengatasinya PLN gunakan sistem penyulang/penghubung. Sehingga yang mengalami pemadaman hanya di dan sekitar area/wilayah pohon, tidak mati total.
Sehubungan dengan ini pula, petugas PLN selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pohon-pohon yang berada di jalur jaringan listrik selalu dirabas, atau tanpa pohon sama sekali minimal jarak aman 3 meter dari jaringan kabel listrik. Hal ini agar bebas gangguan terkait pohon.
Masih tantangan topografi, terkait pengaduan masyarakat Flores bagian barat yang jauh dari Labuan Bajo, PLN mengatasinya dengan aplikasi khusus atas pengaduan dimaksud . Sehingga begitu terjadi gangguan langsung terpantau. PLN respon dan segera mengatasi gangguan itu.
Menyinggung jumlah pelanggan PLN Flores Bagian Barat terkini, Uren menyebut angka 289.095 pelanggan, khusus Mabar 47.122 pelanggan.
Sedangkan jumlah desa dan rumah yang belum teralir listrik PLN di Flores Bagian Barat, Uren akui masih ada. Tapi angka persis belum ia dokumenkan, karena itu bagain lain yang menanganinya. Komunikasi dulu dengan mereka.
Meski demikian, lanjut Uren, di lapangan pihak PLN terus bekerja melayani permohonan/permintaan masrakat yang membutuhkan listrik. *
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus










