“Mengapa Kalian Takut, Hai Orang yang Kurang Percaya?” - FloresPos Net

“Mengapa Kalian Takut, Hai Orang yang Kurang Percaya?”

- Jurnalis

Selasa, 4 Juli 2023 - 19:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin, SVD

Saudara-Saudari, Sahabat dan Kenalan terkasih. Selamat pagi.

Para ahli psikologi mengatakan bahwa rasa takut merupakan salah satu emosi dasar manusia. Ketakutan merupakan suatu mekanisme pertahanan hidup saat menghadapi ancaman dan bahaya.

Ketakutan itu sebuah kecenderungan kodrati yang wajar. Namun ketakutan menjadi sesuatu yang negatif ketika membuat seseorang tak berdaya dan kehilangan iman.

Ketakutan dalam konteks spiritual terkait erat dengan iman. “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya?” Begitulah Yesus menantang para murid-Nya yang berteriak minta tolong dalam bandang ketakutan akibat serangan badai di tengah danau.

Baca Juga :  Berbahagialah Karena Upahmu Besar di Surga

Bagi Yesus, teriakan minta tolong para rasul lebih merupakan tanda kurang percaya. Ironis memang karena para rasul telah lama hidup bersama Yesus dan saksikan mukjizat. Semua fakta itu seolah hilang tertelan ketakutan.

Tuhan menghardik artinya dengan suara keras, membentak yang mengisyaratkan bahwa badai di tengah danau itu bukan sekadar peristiwa alam biasa melainkan lambang serangan kuasa kejahatan.

Baca Juga :  "Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya"

Bagi orang Yahudi, ada kepercayaan bahwa danau/laut dikuasai oleh kekuatan jahat (Leviatha). Sabda Tuhan membuka kesadaran iman para rasul bahwa ada kekuatan Ilahi di dalam-Nya.

Tuhan ingatkan kita semua agar dalam situasi hidup kita yang gelap, datang kepada Dia sebagai peneduh dari ketakutan.

Iman kepada Tuhan tidak pernah boleh ditelan oleh badai sedahsyat apapun. Tuhan adalah jalan menuju damai dan ketenangan. Salam sehat. Tuhan berkati. *

Berita Terkait

Makam Kosong
Namanya Adalah Yohanes
Belas Kasihnya Turun Temurun
Ketika Elisabeth Mendengar Salam Maria
Salam Hai Engkau Yang Dikaruniai, Tuhan Menyertaimu
Doamu Telah Dikabulkan
Bersukacitalah Senantiasa
Bapa Mengutus Aku
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Maret 2024 - 12:26 WITA

Makam Kosong

Sabtu, 23 Desember 2023 - 08:04 WITA

Namanya Adalah Yohanes

Jumat, 22 Desember 2023 - 08:10 WITA

Belas Kasihnya Turun Temurun

Kamis, 21 Desember 2023 - 07:42 WITA

Ketika Elisabeth Mendengar Salam Maria

Rabu, 20 Desember 2023 - 08:02 WITA

Salam Hai Engkau Yang Dikaruniai, Tuhan Menyertaimu

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA