Tamatan SLTA Minati Tiga Prodi Vokasi Politeknik Cristo Re Maumere, Ini Alasannya? - FloresPos Net

Tamatan SLTA Minati Tiga Prodi Vokasi Politeknik Cristo Re Maumere, Ini Alasannya?

- Jurnalis

Kamis, 29 Juni 2023 - 17:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sejumlah orang tua dan tamatan SLTA dari pelbagai daerah di Kabupaten Sikka sangat meminati untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Cristo Re dengan mengambil tiga Progran Studi (Prodi) vokasi unggulan yakni Prodi Ekowisata, Prodi Teknologi Mesin, dan Prodi Pemeliharaan Mesin Otomotif.

Orang tua dan tamatan SLTA memilih tiga prodi vokasi dengan beberapa alasan di antaranya karena lembaga pendidikan milik Keuskupan Maumere memberikan porsi teori dan praktik selama proses perkuliahan hampir seimbang, bahkan penekanan praktik lapangan lebih diutamakan.

Florespos.net mencatat, dalam beberapa hari terakhir lembaga pendidikan ini didatangai beberapa orang tua dan tamatan SLTA dari pelbagai pelosok Sikka untuk mendaftarkan diri atau anak mereka di Kampus milik Keuskupan Maumere itu.

Nyonya Maria Nona Ance asal Baluk, Watukrus, Kecamatan Bola yang ditemui di Kampus Politeknik Cristo Re, Kamis (29/6/2023) mengaku ia sudah mendapatkan informasi detail soal Politeknik Cristo Re dari Direktur lembaga pendidikan itu, RD. Richard Muga saat pihak kampus mengunjungi Bola belum lama ini.

“Saya sangat tertarik untuk mendaftarkan anak saya di Politeknik Cristo Re karena lembaga ini menerapkan pendidikan Vokasi yang lebih mengutamakan praktik lapangan dan keterampilan sesuai dunia kerja saat ini,” kata Mama Maria Nona Ance.

Pengakuan serupa disampaikan warga Bola lainnya, Aloysius Moa.

“Saya datang untuk mendaftarkan salah satu keluarga kami untuk mengikuti kuliah di Politeknik Cristo Re. Kami  lebih memilih Cristo Re karena kampus ini lebih mengutamakan pendidikan vokasi dengan penekanan pada praktik dan keterampilan sesuai tuntutan dunia kerja saat ini,” kata Aloysius.

Dari kanan ke kiri: Direktur Politeknik Cristo Re, RD. Richard Muga Buku, Wartawan Florespos.net. Wall Abulat, Ibu Maria Nona Ance, dan Ketua Yayasan Cristo Re, RD. Felix Dari berpose dengan latar bunga Oliander di Gerbang Masuk Politeknik Cristo Re, Kamis (29/6/2023). Foto Istimewa

Pengakuan serupa disampaikan salah seorang calon mahasiswa bernama Gregorius.

“Saya senang kuliah di sini karena lebih mengutamakan pendidikan vokasi dan praktik lapangan yang sesuai tuntutan dunia kerja saat ini,” kata Gregorius.

Miliki Karakter, Pengetahuan dan Keterampilan

Direktur Politeknik Cristo Re, RD. Richard Muga Buku yang ditemui di lokasi kolam Lele dan kebun jagung di areal Kampus Cristo Re, Kamis (29/6/2023) pagi menjelaskan lembaga yang dipimpinnya sangat menekankan tiga aspek sesuai moto lembaga yakni Cor, Mens, et Manus yakni aspek karakter /hati (cor), aspek pikiran/pengetahuan (Mens) dan aspek keterampilan (manus).

Baca Juga :  Profisiat Alvin Parera Penjabat Bupati Sikka, Ingat Jabatan Amanah

“Ketiga aspek ini menjadi satu kesatuan dalam upaya menghasilkan outcome dari lembaga ini. Lembaga Cristo Re siap menghasilkan tamatan yang memiliki hati/karakter kuat, memiliki pengetahuan, dan memiliki keterampilan,” kata Romo Richard.

Dalam upaya menghasilkan tamatan yang terampil, lanjut Romo Richard, maka Politeknik Cristo Re selain memiliki tempat lab/bengkel untuk  praktik mahasiswa prodi teknologi mesin dan prodi pemeliharaan mesin otomotif, juga lembaga ini telah dan sedang bermitra dengan lembaga lainnya di Indonesia untuk praktik lapangan di sejumlah lokasi/kota di Indonesia di antaranya Jakarta, Maumere, Blitar, Makassar, Kalimantan, dan beberapa tempat.

“Mahasiswa kami praktik di sejumlah kota di Indonesia. Ada juga mahasiswa yang praktik di tempat peleburan besi,” kata Romo Richard.

Sementara untuk Mahasiswa Prodi Ekowisata, lanjut Romo Richard, selain menjalankan praktik di sejumlah lokasi di Indonesia, juga pihak Kampus dan Yayasan Cristo Re sendiri memiliki banyak lahan praktik di Kampus Cristo Re untuk pengembangan aneka tanaman, upaya-upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan partisipasi dalan pengelolaan konservasi, dan upaya-upaya ekowisata berkelanjutan lainnya.

“Kampus memiliki areal tanaman pisang di mana di atas areal ini sudah ditumbuhi puluhan rumpun pisang. Yayasan juga memiliki areal untuk tananam jagung di mana di atas areal ini sudah ada tanaman jagung. Kami juga memiliki kolam untuk pengembangan ikan lele, dan lahan untuk praktik bagi  mahasiwa Ekowisata lainnya,” kata Romo Richard.

Buka Pendaftaran Hingga Agustus 2023

Romo Richard menyampaikan apresiasi kepada warga Flores dan Lembata yang telah mengirimkan tamatan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Cristo Re.

“Mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah saya ini tercatat 100 orang lebih. Mahasiswa baru yang sudah terdaftar hingga Juni mencapai 40 orang lebih. Kami memberikan kesempatan kepada tamata SLTA lainnya untuk mendaftar dan masuk di Politeknik Cristo Re hingga Agustus 2023,” kata Romo Richard.

Baca Juga :  Air Mata di Hari Fitri, Pesan Langit untuk Berbakti Sebelum Terlambat

Sementara Ketua Yayasan Cristo Re, RD. Felix Dari kepada media ini menambahkan bahwa Yayasan sedang melakukan pelbagai upaya untuk memajukan pendidikan Vokasi di Politeknik Cristo Re dengan menyiapkan tenaga dosen dan pelbagai fasilitas untuk mendukung pendidikan vokasi.

“Kami memiliki lahan untuk pengembangan jagung. Jagung sudah besar dan bertumbuh subur. Yayasan siap mendukung Politeknik Cristo Re untuk menyiapkan pelbagai fasilitas di lembaga ini,” kata RD. Felix Dari.

Kampus Sangat Asri

Pantaun Florespos.net di Kampus Politeknik Cristo Re, Kamis (29/6/2023) mencatat bahwa areal kampus seluas 3 hektar lebih terlihat sangat hijau dan asri.

Terlihat puluhan jenis bunga  dan tanaman yang bernilai ekonomi seperti  Oliander,  gelodok, mahoni, kersen, nangka, asam, kelapa, pinang hias, pinang, pisang, pohon tanjung, pucuk merah, aneka jenis cemara, beringin, pohon bodi, kelor, ratusan pisang tumbuh subur di antara gedung kuliah dan gedung tempat praktik, serta di beberapa lokasi khusus yang telah disiapkan.

Ada beberapa pohon ditaman oleh pihak Politeknik yang memiliki nilai spiritual yakni Pohon Beringin yang menyimbolkan moto tahbisan Uskup Emeritus G. Kherubim Pareira, SVD ‘Ut Omnes Unum Sint”-Semoga Mereka semua bersatu; dan Pohon Bodi yang menyimbolkan moto tahbisan Uskup Maumere saat ini, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu ‘Duc In Altum”-Bertolaklah ke Tempat yang Dalam.

Sementara pada pintu masuk Kampus ini dibangun tiga tiang yang menyimbolkan moto Kampus dengan penekanan pada Cor (hati/karakter), Mens (pikiran/pengetahuan), dan Manus (tangan/keterampilan).

“Pohon beringin yang kami tanam bertepatan Dies Natalis Pertama Politeknik Cristo Re pada tahun 24 Juni 2021 adalah pohon Beringin. Pohon ini memiliki nilai spiritual terkait moto Uskup Emeritus Mgr. G. Kherubim Pareira, SVD yakni Ut Omnes Unum Sint. Sementara pada Dies Natalis ke-2  pada 24 Juni 2022 lalu kami menanam pohon Bodi yang memiliki pesan spiritual karena terkait moto  YM Mgr. Edwaldus Martinus Sed, Duc In Altum. Sedangkan tiga tiang di pintu masuk melambangkan moto lembaga ini yakni Cor, Mens et Manus,” kata Romo Richard.

Florespos.net mencatat, aneka pohon yang tumbuh subur di areal kampus ini, plus ada pohon tertentu yang memiliki pesan spiritual membuat Kampus yang berlokasi di Jalan Lero Wulan, Kecamatan Alok ini semakin arsi dan memberikan kesegaran bagi siapa saja yang ke sana. Tak percaya, silahkan datang ke Kampus Cristo Re. *

Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA