1.000 Penari Kolosal Tampil Memukau pada Festival Kopi Lembah Colol - FloresPos Net

1.000 Penari Kolosal Tampil Memukau pada Festival Kopi Lembah Colol 

- Jurnalis

Jumat, 16 Juni 2023 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net-Sebanyak 1.000 penari tampil memukau pada Festival Kopi Lembah Colol di Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Atraksi ini membuat kagum para tamu dan undangan yang ikut dalam nuansa keakraban dan persaudaraan.

Berbagai atraksi dan tarian silih berganti ditampilkan untuk menghibur para tamu undangan dan masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya festival tersebut.

Festival yang yang diselenggarakan di Biting, Desa Uluwae, Lambaleda Timur, Rabu (14/6/2023) tersebut mengusung semboyan “Lembah Colol, Surganya Kopi Dunia”.

Kordinator Festival Kopi Lembah Colol, Leo Jehatu mengatakan, kehidupan masyarakat Colol Raya, sebagian besar adalah mayoritas petani kopi. Kopi adalah salah satu sumber penghasilan terbesar untuk menunjang kebutuhahan.

Baca Juga :  AWK Dorong Pemkab Ende Perbanyak Usulan Lahan Cetak Sawah Rakyat ke Kementan

Bahkan, kopi bagi masyarakat Colol, bukan sekadar kopi, tetapi banyak sarjana yang terlahir karena kopi.

Kopi, telah lama dinikmati oleh masyarakat Lembah Colol, keutamaan untuk membudidayakan kopi, terus  diwariskan kepada anak, cucu dan cece.

Rasa syukur atas perjuangan terdahulu tentang budidaya kopi, kini 1.000 siswa-siswi mengukir itu dalam sebuah tarian kolosal yang bertuliskan “Kopi dan Cangkir”.

Koordinator Pendamping Kolosal Parade 1.000 wanita penumbuk Kopi dan Cangkir yang tergabung dari 7 sekolah.

Sekolah-sekolah itu, yakni SMAN Plus Kopi Colol, SMPN Satap Biting, SMPN 10 Poco Ranaka, SMPN Satap Tangkul, SMPN Satap Wae Nunung, SDI Tangkul dan SMPN 12 Poco Ranaka.

Baca Juga :  Apel Siaga, 63 Personil Panwascam Ikrar Awasi Pilkada Sikka

Adapun formasi yakni Lelak Loce Renda, Toe Emong Neho Lelon. Formasi ini menceritakan proses terbentuknya kopi hingga siap di minum, memakan waktu yang cukup panjang, hal ini menggambarkan perjuangan untuk meraih cita cita, menjalani kehidupan, cukup dengan meningkatkan setiap prosesnya.

“Rasa syukur atas perjuangan, jasa para leluhur, kini 1.000 siswa siswi mengukir itu dalam sebuah tarian Kolosal yang berlukiskan kopi dan simbol cangkir, gerak langkah properti tari serta iringan musik dalam tarian menceritakan tentang cinta kasih, perjuangan, kebersamaan dan persatuan dalam goet Manggarai ‘Nai Ca Anggit, Tuka Ca Leleng, Kope Holes Todo Konkol’,” katanya.*

Penulis: Albert Harianto / Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Berita Terbaru