LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sebanyak 21 Koperasi/Unit Koperasi di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, terancam gulung tikar akibat manajemen tidak sehat/pengelolaan buruk.
Demikian Sekretaris Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Nakertranskop UKM) Mabar, Marsel Sani Ngarung dan Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Sales Tamur kepada Florespos.net di Labuan Bajo, Rabu (7/6/2023).
Tamur menjelaskan, sesuai data, total Koperasi/Unit Koperasi di Mabar Tahun 2021 sebanyak 145 unit. Dan pada 2022 tambah 2 Unit Koperasi jadi 147 unit.
Dari 147 Koperasi/Unit Koperasi tersebut hanya 68 unit yang aktif, termasuk Koperasi/Unit Koperasi yang baru dibentuk. Dari 68 Koperasi/Unit Koperasi itu, satu di antaranya naik kelas jadi Koperasi Primer tingkat Provinsi NTT.
Sedangkan lainnya, lanjut Tamur justru “mati”. Karena di lapangan tidak ada lagi aktivitas, kantornya juga tidak ditemukan, bahkan Kepala Desa (Kades) setempat tidak mengetahui keberadaan Koperasi/Unit Koperas dimaksud di wilayahnya.
Namun untuk Tahun 2023 ini, dari 147 Koperasi/Unit Koperasi itu, barangkali yang masih bertahan hidup hanya 126 Unit, lainnya mungkin tidak bertahan, terancam gulung tikar/mati.
Tanda-tanda ke arah itu sudah ada, seperti tidak ada RAT, tidak ada kantor, dan tak ada kegiatan/aktifitas di lapangan serta lain- lain, tutur Tamur.
Syarat sebuah koperasi aktif wajib ada RAT, laporan keuangan dan lain-lain. Kalau itu tidak dilakukan berarti Koperasi tersebut tak aktif, mati, kata Ngarung menegaskan.
Sehubungan dengan ini, demikian Ngarung, tugas pemerintah, dalam hal ini Dinas Nakertraskop UKM Mabar, sejauh ini terus melakukan fasilitasi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia orang-orang koperasi setempat.
“Baru-baru ini kita sudah lakukan itu di Mabar. Dana bersumber dari DAK. Peserta puluhan orang dan semua dari Koperasi,” kata Tamur.
Hidup dan mati koperasin, ungkap Tamur, tergantung pada anggota. Karena prinsi pendirian Koperasi yakni dari, oleh dan untuk anggota. Pendirian koperasi di Mabar rata-rata berawal dari arisan keluarga, tutupnya.*
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando










