Pemda Manggarai Tangani Bencana Banjir di Kecamatan Satar Mese Utara - FloresPos Net

Pemda Manggarai Tangani Bencana Banjir di Kecamatan Satar Mese Utara

- Jurnalis

Kamis, 11 Mei 2023 - 12:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Sosial (Dinsos) merespons positif laporan bencana alam di Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, beberapa waktu lalu.

Resposnya berupa penanganan langsung di lapangan sesuai dengan fungsi dan tugas dari setiap organisasi perangkat daerah itu dalam mengatasi persoalan yang ada.

Menurut Kepala Desa Mata Wae, Marthen Don yang dihubungi wartawan, Kamis (11/5/2023), penanganan atas merusakkan akibat bencana alam banjir dan tanah longsor sudah dan sedang dilaksanakan. Penanganan itu sudah pasti sangat membantu masyarakat desa atau publik lainnya.

“Terkini adalah pembersihan material longsoran dan material terhanyut banjir  pada sarana dan fasilitas umum menggunakan alat berat,” katanya.

Dikatakan, pembersihan itu berasal dari Dinas PU pada titik-titik yang dilaporkan yang mengganggu publik dan masyarakat desa dan sekitarnya. Pembersihan material terbawa banjir Wae Kawu yang membuat sawah hektar hancur.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Manipulasi Data Kependudukan Diputus Bebas, Korban Kecewa, Jaksa Ajukan Kasasi

Lalu, pembersihan material sekitar jembatan Ngalor Kiwung di Pong Wakar, titik longsor di Wura yang merupakan jalur jalan kabupaten cabang Nteer dan cabang Kole di wilayah Desa Mata Wae.

Kemudian, lalu pembersihan material longsoran di sekitar jembatan Wae Kukur yang masuk wilayah Desa Kole.

Sebelum penanganan dari Dinas PU datang, demikian Kades yang mantan wartawan itu, Dinsos telah memberikan bantuan berupa beras untuk sejumlah korban yang terkena bencana alam baik banjir bandang maupun tanah longsor. Beras 300 kg telah didrop, beberapa hari lalu.

Penanganan konkret itu, lanjut Kades Marthen, tentu atas koordinasi dengan BPBD Manggarai. BPBD pasca bencana turun ke lokasi bencana alam untuk melihat langsung lokasi dan titik yang terkena bencana alam.

Dan, tentu titik-titik yang dicek lagi itu setelah mendapat laporan tertulis dan lisan dari desa. Desa melaporkan detail dan rinci kondisi di lapangan saat, sedang, dan pasca terjadinya bencana alam.

Baca Juga :  Teater Kata Seminari Mataloko Akan Gelar Aktus Natal “Elpida”

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD, Stef Tawar mengatakan, setelah dilaporkan lisan dan tertulis dari desa, pihaknya telah turun ke Desa Mata Wae. Selain untuk melihat langsung kondisi riil, juga untuk memverifikasi data laporan dari desa.

“‘Kita sudah tindak lanjuti laporan bencana alam dari desa itu. Koordinasi tingkat kabupaten juga telah dilakukan pasca bencana alam,” katanya.

Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Desa Mata Wae seperti diberitakan media ini sebelumnya terjadi dua pekan silam akibat hujan lebat yang berlangsung berjam-jam di wilayah itu. Banjir menghanyutkan apa saja hingga merusak sawah dan kebun.

Banjir juga menyebabkan sarana dan fasilitas umum seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, dan kawasan sumber air minum masyarakat rusak dan hancur. *

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe
Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores
Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan
Gempa Guncang Flores, Bangunan Ruang Tunggu Penumpang Pelabuhan Laurens Say Maumere Ambruk
Gempa Flores Banyak Makan Korban, Warga Pesisir Manggarai Barat Mengungsi ke Tempat Tinggi
Gempa Guncang Nagekeo, 5 Rumah Rusak Berat, Warga Aeramo Mengungsi ke Gunung
Nirwana Nagekeo Raih Piala Ketua TP PKK NTT Pertiwi U-17 di Maumere
Persami Juara Piala Gubernur Soeratin U-17 di Maumere
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:21 WITA

Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:20 WITA

Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:24 WITA

Gempa Flores Banyak Makan Korban, Warga Pesisir Manggarai Barat Mengungsi ke Tempat Tinggi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:13 WITA

Gempa Guncang Nagekeo, 5 Rumah Rusak Berat, Warga Aeramo Mengungsi ke Gunung

Berita Terbaru

Opini

Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:50 WITA