Indonesia Kembali Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar - FloresPos Net

Indonesia Kembali Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar

- Jurnalis

Selasa, 9 Mei 2023 - 10:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net -Indonesia kembali menegaskan agar kekerasan di Myanmar segera dihentikan.

Demikian isi siaran pers Tim Komunikasi dan Media KTT ASEAN 2023 yang diperoleh media ini di Labuan Bajo.

Dalam Siaran Pers Tim Komunikasi dan Media KTT ASEAN 2023 No.49/SP/TKM-ASEAN2023/INA/5/2023, Presiden Joko Widodo menyebutkan, situasi di negara tersebut saat ini tidak membuat pihak mana pun menang, tapi hanya membuat rakyat menjadi korban.

“Rakyat yang akan menjadi korban karena kondisi ini tidak akan membuat siapa pun menang. Saya mengajak marilah kita duduk bersama, ciptakan ruang dialog untuk mencari solusi bersama,” ungkap Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Hotel Meruorah, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, Senin (8/5/2023).

Baca Juga :  Bupati Don: Berharap Para Kades Ingat Kembali Sumpah Jabatan

Untuk itu, keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun ini, ditegaskan Presiden akan terus mendorong implementasi dari lima poin kesepakatan atau “Five-Point Consensus”. Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut adalah berkaitan dengan bantuan kemanusiaan.

Menurut Presiden Jokowi, berbagai upaya telah dilakukan oleh Indonesia dan melalui keketuaannya di ASEAN mampu memfasilitasi The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Setelah tertunda cukup lama karena masalah akses, Presiden mengatakan, joint needs assesment mampu diselesaikan.

“Ini masalahnya adalah masalah akses. Kemarin, AHA Center didampingi tim monitoring ASEAN akan menyerahkan bantuan kemanusiaan, tetapi sangat disayangkan di tengah perjalanan terjadi baku tembak,” ucap Kepala Negara.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus IPeKB Sikka, Apa Tugas Utamanya

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi juga telah menjelaskan bahwa ada dua tahap bantuan kemanusiaan untuk Myanmar.

Tahap pertama terkait dengan life saving, telah selesai dilakukan karena terkait dengan bantuan penanggulangan COVID-19, dan tahap kedua life sustaining.

“Tahap kedua ini sempat alami hambatan karena kurangnya akses kepada AHA Centre untuk menjangkau penduduk yang memerlukan terutama di wilayah-wilayah yang di luar kontrol militer Myanmar,” ujar Retno.*/(Setpres/TR/Elvira).*

Berita Terkait

Gempa Flores, Posko Utama dan RS Darurat TNI AL Berdiri di SDK Kedindi
Tim Poskesdes Mata Air Kecamatan Reok Kunjungi Ibu Hamil di Tengah Guncangan Gempa Flores
Yapersukma Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Flores
Keluarga Jacob Nuwa Wea Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Nagekeo
Club Renang Mbira Mera Ende Kembali Kirim 2 Atlet ke Bangkok
Stok Bantuan Menipis Warga Terdampak Gempa Flores di Palue Minta Perhatian Pemerintah
Bupati Sikka Apresiasi Respons Cepat Menteri PU, Sejumlah Infrastruktur Rusak Gempa Segera Diasessment
Satgas Pastikan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Gempa Flores di Sikka Sudah Disalurkan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:09 WITA

Gempa Flores, Posko Utama dan RS Darurat TNI AL Berdiri di SDK Kedindi

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:49 WITA

Tim Poskesdes Mata Air Kecamatan Reok Kunjungi Ibu Hamil di Tengah Guncangan Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Yapersukma Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Keluarga Jacob Nuwa Wea Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Nagekeo

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Club Renang Mbira Mera Ende Kembali Kirim 2 Atlet ke Bangkok

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Club Renang Mbira Mera Ende Kembali Kirim 2 Atlet ke Bangkok

Senin, 24 Agu 2026 - 11:17 WITA