Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan - FloresPos Net

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Sumber daya alam dan budaya daerah baru menjadi kesejahteraan ketika diolah menjadi nilai ekonomi.

Pesan itu disampaikan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng, Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil., M.Th, dalam orasi ilmiah pada wisuda sarjana Periode ke-VII Tahun 2026 di Benedict Hall, Cewonikit, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026).

Dalam acara yang sama, Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., meminta para wisudawan menjadi pribadi tangguh yang berani membuka lapangan kerja. Bekerja pada lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta, menurut dia juga harus dipandang sebagai kemuliaan.

Baca Juga :  Tidak Tepat Waktu Upload Data Sekolah, 16 SDK di Manggarai Tidak Dapat BOSP

Sebanyak 35 lulusan dikukuhkan sebagai sarjana ekonomi, terdiri atas 23 lulusan Program Studi Akuntansi dan 12 lulusan Program Studi Manajemen. Wisuda mengusung tema “Sarjana Berdampak, Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi, Menumbuhkan Harapan”.

Orasi Ilmiah: Dari Potensi Daerah Menjadi Nilai Ekonomi

Kanisius, yang dalam berita ini disebut Nik Deki, membawakan orasi bertajuk “Ekonomi Lokal di Era Global: Dari Potensi Daerah Menjadi Nilai Ekonomi”.

Baca Juga :  Berkeliling Sambil Berbuat Baik, Catatan Perjalanan Panggilan Romo Egi Parera Hingga Pancawindu Imamat

Ia memulai dari apa yang disebutnya paradoks. Dunia semakin global, produk dari berbagai negara hadir di pasar lokal lewat telepon pintar, dan modal bergerak melintasi batas negara. Namun, menurut dia, keunggulan ekonomi tetap berakar pada tempat.

Dari situ ia menggeser pertanyaan yang lazim diajukan. “Pertanyaannya kemudian bukan lagi: ‘Apa yang kita miliki?’ Melainkan: ‘Apa yang dapat kita ciptakan dari apa yang kita miliki?’” kata Kanisius.

Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Berita Terbaru