RUTENG, FLORESPOS.net-Sumber daya alam dan budaya daerah baru menjadi kesejahteraan ketika diolah menjadi nilai ekonomi.
Pesan itu disampaikan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng, Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil., M.Th, dalam orasi ilmiah pada wisuda sarjana Periode ke-VII Tahun 2026 di Benedict Hall, Cewonikit, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026).
Dalam acara yang sama, Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., meminta para wisudawan menjadi pribadi tangguh yang berani membuka lapangan kerja. Bekerja pada lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta, menurut dia juga harus dipandang sebagai kemuliaan.
Sebanyak 35 lulusan dikukuhkan sebagai sarjana ekonomi, terdiri atas 23 lulusan Program Studi Akuntansi dan 12 lulusan Program Studi Manajemen. Wisuda mengusung tema “Sarjana Berdampak, Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi, Menumbuhkan Harapan”.
Orasi Ilmiah: Dari Potensi Daerah Menjadi Nilai Ekonomi
Kanisius, yang dalam berita ini disebut Nik Deki, membawakan orasi bertajuk “Ekonomi Lokal di Era Global: Dari Potensi Daerah Menjadi Nilai Ekonomi”.
Ia memulai dari apa yang disebutnya paradoks. Dunia semakin global, produk dari berbagai negara hadir di pasar lokal lewat telepon pintar, dan modal bergerak melintasi batas negara. Namun, menurut dia, keunggulan ekonomi tetap berakar pada tempat.
Dari situ ia menggeser pertanyaan yang lazim diajukan. “Pertanyaannya kemudian bukan lagi: ‘Apa yang kita miliki?’ Melainkan: ‘Apa yang dapat kita ciptakan dari apa yang kita miliki?’” kata Kanisius.
Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)
Editor : Wall Abulat










