Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan - FloresPos Net - Page 2

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk landasan konseptual, ia merujuk gagasan endogenous development yang menurutnya telah lama dikembangkan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Pendekatan itu menempatkan kemampuan, sumber daya, institusi, pengetahuan, dan hubungan sosial yang ada di dalam suatu wilayah sebagai fondasi pembangunan ekonomi.

Dengan demikian, pembangunan daerah tidak semata-mata bergantung pada modal dari luar.

Kanisius membedakan potensi dari nilai ekonomi. Tanah, laut, pertanian, tenun, kopi, dan pariwisata adalah potensi.

Baca Juga :  Respon Cepat, Bupati Manggarai Berikan Bantuan Tanggap Darurat kepada Korban Kebakaran

Semuanya belum menjadi nilai ekonomi apabila berhenti sebagai komoditas tanpa inovasi, tanpa pasar, tanpa pencatatan keuangan, tanpa strategi pemasaran, tanpa tata kelola, dan tanpa kemampuan membangun rantai nilai.

Contoh kopi dan tenun

Ia memberi dua contoh. Biji kopi mentah memiliki nilai tertentu, tetapi nilainya meningkat ketika kopi diolah, diberi standar kualitas, dikemas dengan identitas daerah, dipasarkan melalui platform digital, dan memiliki merek serta sistem akuntansi yang baik.

Baca Juga :  Polres Manggarai Koordinasi Dinas Perhubungan Fungsikan Terminal

Untuk tenun, ia menyebut produk ini dapat berkembang melampaui kain. “Tenun bukan hanya kain. Ia dapat menjadi produk fesyen, produk interior, cendera mata, bagian dari industri kreatif,” ujarnya.

Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Berita Terbaru