Kepada lulusan Akuntansi, ia menyatakan, “Tidak ada ekonomi yang sehat tanpa informasi yang dapat dipercaya.”
Menurut dia, pengusaha yang tidak mengetahui biaya produksi tidak benar-benar mengetahui harga yang tepat, dan usaha tanpa pencatatan keuangan yang baik akan kesulitan mengakses pembiayaan. “Akuntansi adalah bahasa informasi ekonomi,” katanya.
Ia juga menyebut kebutuhan UMKM, koperasi, desa, dan lembaga publik akan pencatatan, laporan keuangan, tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas.
Tiga pesan untuk wisudawan
Menutup orasi, Kanisius menyampaikan tiga pesan: kenali potensi tempat berpijak, ciptakan nilai dan bukan sekadar menjual barang, serta berpikir global tanpa kehilangan akar lokal.
Ia mengingatkan bahwa gelar bukan tujuan akhir. “Gelar adalah modal intelektual,” ujarnya. Kepada wisudawan yang akan kembali ke desa, ia berpesan, “Lihatlah desa sebagai ruang ekonomi yang belum seluruh potensinya dikembangkan.”
Orasi ditutup dengan rumusan berjenjang. “Dari potensi menjadi produktivitas. Dari produktivitas menjadi nilai tambah. Dari nilai tambah menjadi kesejahteraan,” kata Kanisius, dilanjutkan dengan, “Berakar di daerah. Berpikir global. Berkarya melalui ilmu. Dan menciptakan nilai bagi bangsa.”
Bupati Manggarai: Tangguh, Buka Lapangan Kerja
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit dalam sambutannya meminta wisudawan menjadi pribadi tangguh dengan kemauan membuka lapangan kerja. Ia juga menilai bekerja pada lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta, harus dilihat sebagai kemuliaan.
Pemerintah daerah, kata Bupati, berharap semakin banyak pengusaha lahir di Manggarai, misalnya di bidang peternakan babi dan ayam. Ia mencontohkan usaha dapat dimulai dari beberapa ekor ternak lalu dikembangkan secara bertahap.
Bupati juga berharap lulusan STIE Karya bersinergi dengan pemerintah dan lembaga lain. Kerja sama itu, menurut dia, membutuhkan kajian dan spesifikasi khusus. Dua bidang yang ia sebut adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan koperasi sebagai lembaga ekonomi masyarakat.
Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)
Editor : Wall Abulat










