Menurut Kanisius, ukuran pembangunan ekonomi daerah bukan hanya jumlah barang yang dihasilkan, melainkan nilai yang tercipta dari setiap sumber daya.
Terhubung dengan rantai nilai global
Kanisius menegaskan ekonomi lokal tidak berarti ekonomi yang terisolasi. Ia merujuk literatur tentang global value chains yang menunjukkan bahwa produksi modern melibatkan banyak wilayah dan negara dalam tahap produksi, distribusi, pemasaran, hingga pelayanan.
Tantangannya, kata dia, adalah bagaimana pelaku lokal meningkatkan posisi sehingga memperoleh bagian nilai tambah yang lebih besar.
“Berapa besar nilai yang dapat kita ciptakan sebelum produk tersebut meninggalkan daerah kita?” kata Kanisius, merumuskan pertanyaan strategis yang menurutnya harus diajukan daerah, bukan sekadar apakah produk bisa dijual ke luar daerah.
Ia menyebut persoalan itu sebagai value added atau nilai tambah.
Data ekonomi nasional dan NTT
Kanisius mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagaimana ia paparkan dalam orasi. Ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11 persen, naik dari 5,03 persen pada 2024, dengan produk domestik bruto atas dasar harga berlaku sekitar Rp23.821 triliun.
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih menyumbang 56,93 persen terhadap perekonomian nasional pada 2025. Ia menilai angka itu menunjukkan bahwa persoalan pembangunan tidak hanya soal pertumbuhan, tetapi juga konektivitas dan kapasitas ekonomi antardaerah.
Untuk NTT, ia menyebut ekonomi tumbuh 5,01 persen secara tahunan pada triwulan II 2026 dan 5,16 persen pada semester I 2026. Struktur ekonomi NTT, kata dia, masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sekitar 29,40 persen pada triwulan II 2026.
Kanisius membaca angka tersebut sebagai tanda bahwa NTT memiliki basis ekonomi yang kuat pada sumber daya lokal, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif, sehingga tantangannya adalah menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dari sektor-sektor itu.
Peran sarjana Manajemen dan Akuntansi
Kepada lulusan Manajemen, Kanisius meminta mereka berpikir “lokal dalam sumber daya, nasional dalam pasar, dan global dalam standar”. Ia menegaskan, “Tugas saudara adalah membangun organisasi yang mampu menciptakan pekerjaan dan nilai.”
Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)
Editor : Wall Abulat










