Suster Lucia, CIJ: Sosok Biarawati Peduli ODGJ, Penulis Buku, Penyair, dan Penyanyi - FloresPos Net

Suster Lucia, CIJ: Sosok Biarawati Peduli ODGJ, Penulis Buku, Penyair, dan Penyanyi

- Jurnalis

Kamis, 28 Desember 2023 - 08:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Wartawan Florespos.net Walburgus Abulat, S.Fil, Nomor, HP 081330627795

Sr. Lucia, CIJ. Sosok biarawati Kongregasi Pengikut Yesus atau Congregatio Imitationis Jesu (CIJ) sudah tak asing lagi dalam bagi warga Flores-Lembata, khususnya, dan masyarakat NTT, Indonesia umumnya.

Betapa tidak. Biarawati kelahiran Mataloko, Kabupaten Ngada 19 September 1966 ini selalu  total mengabdikan dirinya bagi ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Panti ini didirikan oleh Suster Lucia  pada  2004. Sejak saat itu   hingga saat ini, Suster Lucia, CIJ total mengabdikan dirinya bagi ratusan ODGJ yang berasal dari pelbagai kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan ada yang berasal dari luar Provinsi NTT.

Suster Lucia dalam perjalanan pengabdiannya turun langsung ke jalanan di pelbagai Kota di Flores untuk menemui langsung para ODGJ dan membujuk mereka supaya tinggal di panti yang diasuhnya.

Salah satu aksi kemanusiaan Suster Lucia tatkala ia berhasil membujuk Mama Ine-sang ODDJ yang bermangkal di salah satu Got dekat Kantor PLN Maumere untuk tinggal di Panti pada 4 September 2018.

Suster Lucia, CIJ dan beberapa tenaga kesehatan sedang memimpin tarian yang diikuti para ODGJ di Panti Santa Dymphna Maumere, baru-baru ini. Menari dan menyanyi bersama merupakan salah satu terapi untuk menyehatkan para ODGJ. Foto Istimewa

Berkat pendekatan Suster Lucia maka Mama Ine dan puluhan ODGJ lainnya berhasil dipindahkan dari jalanan kota ke Panti Santa Dymphna untuk selanjutnya diberikan penanganan intensif.

Selama tenggang waktu pengabdiannya, Suster Lucia yang dibantu puluhan  karyawan dan  tenaga kesehatan (Nakes) yang dipekerjakannya melakukan pelbagai upaya pendampingan terhadap ODGJ, baik pendampingan secara psikologis dan terapi medis, maupun upaya pemenuhan kebutuhan hidup mereka dengan melakukan aneka usaha seperti menghasilkan karya buku, menciptakan puisi, menyanyi yang dibuat dalam kontenYoutube, dan mengembangkan aneka usaha jualan.

Suster Lucia, CIJ yang ditemui di Panti Santa Dymphna Jalan Wairklau Maumere, Senin  (25/12/2023) mengemukakan bahwa pihaknya saat ini sedang mendampingi dan menangani 128 ODGJ yang berasal dari pelbagai Kabupaten di Provinsi NTT, bahkan ada yang dari luar NTT.

Rinciannya: Kabupaten Sikka ada 55 orang, Ende 23 orang, Flores Timur 16 orang, Ngada 13 orang, Nagekeo 12 orang,Manggarai Raya 2 orang, Lembata 2 orang, Timor 2 orang, dan 1 orang dari Jawa.

“Jumlah ODGJ yang sedang kami tangani saat ini ada 128 orang,” kata  Suster Lucia.

Suster Lucia, CIJ dan Wartawan Florespos.net Walburgus Abulat (bertopi) menari bersama ODGJ pada satu sesi rekreasi bersama di Aula Panti Santa Dymphna Maumere, belum lama ini. Foto Istimewa

Suster Lucia mengaku ia selama ini selalu memiliki kepedulian terhadap ODGJ dan difabel, selain terdorong penghayatan imannya akan Yesus yang Tersalib, juga aktivitas kemanusiaan yang dilayaninya itu karena tergerak panggilan hati.

“Sesungguhnya hati memainkan peran amat penting dalam hidup ini. Apabila hati selalu dijaga, dan dipelihara, serta ditata dan dikelola dengan baik dan benar, maka orang akan selalu menemukan sesuatu yang baik dan indah dalam hidupnya. Keiklasan hati selalu terbuka terhadap sesama, terutama bagi ODGJ dan difabel,” kata Suster Lucia.

Suster Lucia mengakui pihaknya bersama puluhan  tenaga kesehatan (Nakes) dan karyawan yang dipekerjakannya melakukan pelbagai upaya  penyembuhan  terhadap ODGJ di antaranya melalui terapi  psiko spiritual, terapi sosial, terapi kinestik, terapi medis, terapi gizi, dan aneka terapi lainnya.

Dijelaskannya, wujud terapi spiritual melalui aneka kegiatan seperti mengikuti perayaan ekaristi, doa bersama, dan kegiatan rohani lainnya.

Wujud terapi sosial berupa pendampingan intensif oleh petugas/nakes terhadap ODGJ melalui beberapa kegiatan di antaranya perawatan intensif terhadap klien, rutin memandikan pasien, menyuap makanan dan terapi sosial lainnya.

“Wujud terapi kinestik dengan cara mendendangkan lagu, menyanyi bersama, membaca puisi, menari bersama, dan aneka terapi kinestik lainnya. Sedangkan terapi gizi.”

Lanjut Suster, berupa rutin memberikan asupan makanan, dan terapi medis di mana pihak panti bekerja sama dengan RSUD dr. TC Hillers melakukan upaya pengobatan terhadap ODGJ.

“Berkat penerapan terapi di atas plus intensif melakukan pengobatan secara medis, maka sejak tahun 2004 hingga saat ini, ada puluhan ODGJ yang pernah menjadi warga binaan panti mengalami penyembuhan. Puji Tuhan, selama tahun 2023 ini ada 11 ODGJ yang sudah sembuh/mulai membaik dengan rincian tiga (3) orang telah kembali ke orangtua/keluarga, dan 8 orang masih tinggal  di Panti atas kemauannya sendiri,” kata Suster Lucia.

Suster Lucia mengakui bahwa kedelapan penyintas yang memilih tinggal di Panti telah diberikan kepercayaan oleh Panti untuk mengabdi atau membantu di dapur, di ruang perawat, di ruang basuh dan membantu mengasuh klien.

“Para penyintas yang turut membantu tugas di panti diberikan upah/honor,” kata Suster Lucia.

Gemar Menulis Buku, Menulis Puisi, dan Menyanyi

Suster Lucia, CIJ mengakui bahwa di tengah kesibukannya melayani ratusan ODGJ dalam 10 tahun terakhir, ia selalu meluangkan waktu menulis buku, puisi, dan menjadi vokalis untuk puluhan lagu yang syairnya diambil dari puisi-puisi karyanya sendiri.

Suster Lucia, CIJ sedang memperlihatkan salah satu buku karyanya. Foto Istimewa

Suster Lucia, CIJ memperlihatkan buku-buku karyanya kepada penulis di antaranya  berjudul Mutiara Sampah (2013) dan dicetak ulang sebanyak 5 kali; Makna Ilahi: Kumpulan Puisi dan Renungan (2013), Mutiara Jiwa: Kumpulan Puisi dan Meditasi (2015), Mutiara Hati: Kumpulan Puisi dan Kata Bermakna (2017), Mutiara Iman: Kumpulan Puisi dan Kata Bermakna (2018), Mutiara Batin: Kumpulan Puisi dan Meditasi (2018), Mutiara Kasih: Kumpulan Puisi (2021), dan Simfoni Kasih Santa Dymphna: Kumpulan Lagu dari Puisi-Puisi Suster Lucia, CIJ.

Baca Juga :  Bupati Sikka Terima 56 Peserta Tur Wisata Literasi dari Dari Mi Al Muhajirin Perumnas Maumere

Buku karya Suster Lucia ini diterbitkan oleh Penerbit Karmelindo anggota Ikatan Penerbit Indonesia.

Selain karya dalam bentuk buku, Suster Lucia juga menghasilkan ratusan puisi, kata bermakna, dan meditasi yang sangat mendalam.

Uniknya, puisi-puisi karyanya ini dijadikan syair lagu rohani yang dibingkaikannya dalam buku berjudul Simfoni Kasih Santa Dymphna:Kumpulan Lagu dari Puisi-Puisi Suster Lucia, CIJ yang juga diterbitkan oleh PT Karmelindo.

Dalam buku Simfoni ini termuat 59 lagu yang juga merupakan judul puisi. Ada pun lagu-lagu yang termuat dalam buku simponi ini di antaranya berjudul Luka Dibalut Tuhan, Mars Santa Dymphna, Tuhanlah Kekuatanku, Mutiara Hati, Cinta dan Harapan, Cinta Penuh Iman, Kekayaan Hati, Menebar Hati, Puri Hati, Ada Iman, Akar Hati, Hati Berbalas Kasih, Rindu Hati, Bingkai Kasih Chinesse, Hymne Bapak Engelbertus, SVD; Iman pada Salib, Iman Seorang Wanita, Kasih dan Kesabaran,Kasihmu Tak Tertakar,Kesabaran Itu Indah, Kesatuan Kasih Chinesse, Mars Henricus Leven, SVD; Memeluk Allah, Merangkai Kehidupan, Mutiara Iman, Mutiara Kasih, Penuh Iman Mendamba, Pesona Ilahi, Taburan Iman, Telaga Batin, Terkapar di Jalanan, Tersulam Dalam Salib, Tuhan Musnahkanlah Corona, Syukur Tuhan, Doa dan Pasrah, Jeritan Hati Anak Cacat, CintaMu Tuhan, Terang Kasih, Langkah Iman, Damai BersamaMu, Jendela Hati, Dalam Iman, Terlukis Indah,Dengan Iman, Cinta Kaum Difabel, Hanyalah CintaMu, Tujuan Iman, Kasih yang Terjaga, Kebeningan Jiwa, Berbias Kasih, Cahaya Kasih Tuhan, Surga Kecil Imanku, Syukur KasihMu Tuhan, Iman Sebesar Biji Sesawi, Jendela Hati 2, dan Menebar Iman.

Selain menghasilkan buku, Suster Lucia juga telah mengembangkan bakat menyanyi/vokalis dalam puluhan lagu yang diciptakannya, dan dibuat dalam konten Youtube yang sangat viral dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa lagu yang syairnya diciptakan Suster Lucia dan menjadi vokalisnya yang sempat viral di Youtube di antaranya: Doa dan Pasrah, Merangkai kehidupan,  Tuhan musnahkan corona, Akar Hati, Kesatuan Kasih Chinese, Kasih dan Kesabaran,  Menebar Hati, Mutiara Hati, Ahok untukmu, Luka Dibalut Tuhan,  Cinta Kaum Difabel, Taburan Iman, Tuhanlah kekuatanku, Kesabaran itu Indah,  Syukur KasihMu Tuhan, dan Kasihmu Tak Tertakar ( Lagu Untuk Pak Jokowi). Lagu terakhir ini sangat viral dan memiliki viewers hingga Desember  2023  di atas 788.000 lebih.

Suster Lucia mengakui aneka usaha dan inovasi yang dilakukannya di atas bertujuan  memenuhi kebutuhan hidup 128 ODGJ yang ditangani saat ini, plus untuk gaji puluhan tenaga kesehatan (nakes) dan karyawan tetap yang bekerja dampingi ODGJ saat ini.

“Saya menghasilkan karya buku, ciptakan puisi, dan   membuat konten menyanyi di Youtube bertujuan  mengumpulkan satu dua sen  untuk kepentingan biaya hidup para ODGJ dan gaji Nakes dan karyawan,” kata Suster Lucia.

Selain usaha-usaha di atas, lanjut Suster Lucia, pihak panti dan Yasayan Bina Daya (Yasbida) Cabang Sikka yang dipimpinnya juga melakukan pelbagai usaha untuk memenuhi ketuhuhan hidup 128 ODGJ dan pengupahan bagi puluhan tenaga kesehatan (perawat dan psikolog) dengan mengembangkan aneka usaha di antaranya beternak babi, produksi makanan olahan panti, membuka warung kopi, menjual kopi “on line” via WhatsApp grup; memproduksi dan menjual kalender panti  dan membangun jaringan kerja sama dan donasi.

“Saat ini, Panti ada produk babi untuk dijual kepada masyarakat umum. Kami juga menjual Kopi Santa Dymphna dengan cita rasa kasih di mana satu paket seberat 250 gram dijual dengan harga Rp100 ribu termasuk ongkos kirim. Kami juga menjual aneka buku  karya saya di antaranya Buku Simfoni Kasih Santa Dymphna (kumpulan lagu dari Puisi-Puisi Sr. Lucia, CIJ) dengan harga Rp200 ribu/eksemplar. Pelbagai usaha ini untuk memenuhi kebutuhan ODGJ, dan gaji tenaga kesehatan dan karyawan di mana total biaya yang kami butuhkan setiap bulan mencapai Rp400 juta,” kata Suster Lucia.

Kendala dan Harapan

Suster Lucia, CIJ pada kesempatan ini menyebut ada tiga kendala yang dihadapi panti yang dipimpinnya saat ini.

Pertama, kekurangan dana terutama untuk memenuhi kebutuhan makan-minum, kesehatan, dan upah pegawai, karyawan, perawat dan tenaga psikologi  di mana total dana yang dibutuhkan  Rp400 juta per bulan.

Kedua, pada masa ini sulit mendapatkan donatur tetap yang bersedia untuk bekerja sama bagi pelayanan terhadap penyandang disabilitas mental.

Ketiga, pada umumnya para penyandang disabilitas yang ditangani Panti Dymphna  berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga kontribusi dan partisipasi keluarga sangat minim.

Keempat, bantuan yang diperoleh dari Pemerintah, sifatnya tidak tetap.

Suster Lucia, CIJ pada kesempatan ini menitipkan tiga pesan/harapan kepada  Pemerintah.

Pertama, agar tetap memberikan perhatian dan dukungan seperti yang selama ini berjalan terutama mengenai rekomendasi, monitoring dan supervisi;

Kedua, dibutuhkan bantuan/alokasi dana tetap untuk pemenuhan kebutuhan dasar para difabel mental di Panti Santa Dymphna, khususnya; dan panti-panti lain pada umumnya di Indonesia.

Baca Juga :  Komunitas Pemuda Peduli Bencana Kelurahan Tanjung Ende Bantu Korban Banjir Rob

Ketiga, sumbangan emergensi/darurat perlu dialokasikan ke panti-panti

“Kami tetap berjuang keras dengan berbagai usaha menuju kemandirian, terutama dalam usaha ekonomi produktif dan pemanfaatan aset-aset milik Yayasan. Untuk kemajuan dan pelayanan yang maksimal kami selalu megharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, dan donatur/pencinta ODGJ,” kata Suster Lucia.

Wakil Gubernur NTT Pernah Menyambangi Panti Dymphna

Penulis mencatat bahwa sejumlah pejabat pemerintahan, termasuk Wakil Gubernur NTT Periode 2018-2023, Drs. Josef A. Nae Soi pernah menyambangi Panti Santa Dymphna Maumere pada masa awal tugasnya tahun 2018, tepatnya 10 September 2018.

Pada kesempatan ini, Wagub Josef A.Nae Soi mendengarkan pelbagai masukan dari Suster Lucia, CIJ dan melihat dari dekat kondisi para ODGJ.

Pada momen ini, Wagub Josef A. Nae Soi memberikan bantuan sembako kepada pihak panti yang diserahkan secara langsung kepada Suster Lucia. CIJ.

Wagub Josef A.Nae Soi pada kesempatan itu berharap agar para donatur dan instansi pemerintah mendukung karya kemanusiaan Suster Lucia, CIJ dalam upaya memberdayakan para ODGJ, difabel dan kaum terlantar lainnya yang menjalani terapi dan pendampingan di Panti Dymphna.

“Dukungan semua elemen warga, khususnya pemerintah sangat penting demi menyukseskan karya kemanusiaan Suster Lucia, CIJ yang total mengabdi ODGJ di Panti Dymphna,” kata Wagub A. Nae Soi waktu itu.

Terima Kasih

Koordinator Umum Panti Santa Dymphna, Dionesius  Ngeta, S.Fil menyampaikan terima kasih kepada Suster Lucia, CIJ yang memilih total mengabdikan diri melayani ODGJ di Panti Santa Dymphna selama 19 tahun sejak tahun 2004.

“Terima kasih kami tujukan kepada Suster Lucia yang telah memilih jalan mulia ini dengan melayani ODGJ tanpa kenal lelah selama 19 tahun. Dalam tenggang waktu itu, Suster Lucia selalu berada di tengah Orang Dengan Gangguan Jiwa siang dan malam dengan totalitas pelayanannya yang tulus, tanpa syarat. Suster Lucia selalu menunjukkan sikap berbelas kasih kepada ODGJ dan selalu menghadirkan wajah Yesus yang berbelas kasih kepada sesama, terutama kepada ODGJ dan orang-orang terlantar. Bagi Suster Lucia, kaum ODGJ adalah mutiara terindah dalam hidupnya. Suster Lucia menunjukkan totalis melayani ODGJ tanpa syarat, dan selalu berbelas kasih,” kata Dion Ngeta.

Ucapan terima kasih juga disampaikan salah seorang penyintas Paulus Lunga asal Nageko.

Paulus pernah mengalami gangguan kejiwaan dan sempat ditangani oleh Panti Dymphna sejak tahun 2017 hingga 2019. Berkat penerapan terapi oleh tim yang bertugas di bawah pimpinan Suster Lucia, CIJ, maka Paulus Lunga  mengalami penyembuhan pada tahun 2019.

Suster Lucia, CIJ sedang mendampingi penyintas Paulus Lunga salah satu lulus terbaik Universitas Nusa Nipa (Unipa) dari Prodi Psikologi 10 Oktober 2023. Foto Istimewa

Berkat kebaikan Suster Lucia; Paulus Lunga kemudian diberi kesempatan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Nusa Nipa (Unipa) Indonesia Maumere dengan mengambil Program Studi Psikologi.

Berkat dukungan penuh dari Suster Lucia maka penyintas ini menunjukkan prestasi selama mengikuti perkuliahan.

Paulus Lunga terbilang sangat sukses. Indikator kesuksesannya bisa ditunjukkan Paulus Lunga ketika ia bisa menyelesaikan pendidikan jenjang Strata I di Unipa dalam tempo waktu 4 tahun dan meraih kelulusan dengan Predikat Terpuji atau Cum Laude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85.

Paulus dikukuhkan menjadi sarjana bersama 545 tamatan Unipa lainnya pada 10 Oktober 2023 lalu.

“Saya menyampaikan terima kasih atas totalitas pengabdian Suster Lucia, CIJ kepada para ODGJ dan kami para penyintas. Suster Lucia tak hanya bekerja keras untuk memulihkan para ODGJ, tetapi biarawati Kongregasi CIJ ini juga mendukung para penyintas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih kepada Suster Lucia,” kata Paulus Lunga.

Profil Singkat Suster Lucia, CIJ

Suster Lucia, CIJ lahir di  Mataloko, Kabupaten Ngada pada 19 September 1966. Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Bapak Philipus Dopo (Almarhum) dan Mama Lusia Ule (Almarhumah).

Suster Lucia menempuh pendidikan dasar di: SDK Rakalaba (tamat tahun 1981), lalu masuk: SMPK Mangulewa (tamat tahun 1984), SMK; SMKK Muktyaca Ende (tamat tahun 1987), dan Program S1 di: Stipar Santo Sirilus Ruteng.

Selain pendidikan formal di atas, selama di Biara, Suster Lucia juga mengikuti kursus Akuntans dan Mengetik di Ende, belajar menjahit Pakaian Wanita dan Anak di Yogyakarta, pernah studi kateketik, Pastoral care, Sarjana Agama Katolik (Cum Laude/Terpuji).

Ia juga pernah mengikuti Finance Training yang diadakan oleh Mitra Kerja CRS (Catholic Relief Service) di Kupang; mengikuti beberapa pendidikan dan pelatihan tentang Yayasan dan Panti yang diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sikka dan Dinas Sosial Provinsi NTT tentang Pekerja Sosial.

Ada pun riwayat panggilan di Kongregasi CIJ diawali dengan Postulan CIJ : Tahun 1988, kaul pertama pada 22 Juni 1990, kaul kekal pada 8 Desember 1995, dan perak tugas sebagai Suster pada 22 Juni 2015.

Selama menjadi anggota Biara CIJ, Suster Lucia dipercaya menjalankan aneka tugas di antaranya Staf Ekonom Kongregasi CIJ selama 9 Tahun; Muder komunitas CIJ Mangulewa selama 1 tahun; Kepala Kursus Pendidikan Luar Sekolah anak-anak drop out selama 6 tahun di Ruteng; Ketua Yayasan Bina Daya Cabang Sikka dan Kepala Panti Rehabilitasi Penyandang Cacat Santa Dymphna sejak tahun 2003 hingga sekarang.

Suster yang memiliki hobi menari, menyanyi dan menulis ini memiliki moto yang diambil dari Mazmur 28:7 “Tuhan adalah kekuatanku…kepadaNyalah hatiku percaya.”

Terima kasih Suster Lucia, CIJ Sosok Biarawati Peduli ODGJ,  Penulis Buku, Penyair, dan Penyanyi yang sudah menginspirasi elemen warga Provinsi NTT.

Semoga pengalaman pengabdian Suster bisa ditularkan dalam keseharian hidup kami, apa pun profesi kami saat ini. Izinkanlah kami untuk menggema motomu Suster “Tuhan adalah kekuatanku…kepadaNyalah hatiku percaya (Masmur 28:7).” ***

Berita Terkait

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Berita ini 422 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA