Oleh: Walburgus Abulat
JASMERAH-Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Demikian salah satu pesan bermakna yang disampaian Proklamator dan Presiden Pertama RI Ir. Soekarno.
Pesan ini selalu menggema dalam diri penulis, termasuk hendak mengingat kembali salah satu momen berahmat yang terjadi di Flores, tepatnya di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret dan Gelora Samador da Cunha Maumere 37 tahun silam, pada 11 hingga 12 Oktober 1989.
Momen kunjungan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia yang juga Kepala Negara Vatikan Mendiang Paus John Paul II. Momen ini sangat spesial baik untuk umat Katolik sedaratan Flores/Indonesia saat itu, maupun umat Katolik dunia yang menyaksikan aneka momen beramat (kairos).
Betapa tidak. Pada momen bersejarah di atas, Sri Paus John Paul II melakukan akvitas sebagaimana yang ia lakukan di Vatikan dan di Lapangan Santo Petrus dekat Basilica Santo Petrus.
Di Seminari Tinggi Ritapiret, Sri Paus berdoa. beraudiensi (audiensi di Ledalero), bertemu dan menyalami elemen umat dari pelbagai daerah di Indonesia.
Di Gelora Samador Maumere saat itu, Sri Paus memimpin misa pontifikal sebagaimana yang Sri Paus juga lakukan di Lapangan Basilitas Santo Petrus Vatikan.
Singkatnya Ritapiret saat itu berubah menjadi Vatikan Semalam. Sedangkan Gelora Samador disulap jadi Lapangan Santo Petrus Vatikan di mana di lapangan ini Sri Paus memimpin misa dan memberikan berkat apostolik kepada untuk umat Katolik di pelbagai kota di Indonesia dan umat katolik di seluruh dunia.










