Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi - FloresPos Net - Page 5

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dan terutama sebagai awam, anda dipanggil untuk menerangi dan mengurus hal-hal dari dunia ini, serta mengilhami semua itu dengan semangat Injil, sehingga seluruh kehidupan bangsa secara efektif dapat meningkatkan dan menjunjung tinggi hak dan martabat manusia dari para anggotanya, kata Sri Paus.

Khotbah Sri Paus ditutup dengan pesan bernas dalam Bahasa Indonesia, demikian kutipannya, Flores, Nusa Bunga, sebuah nama yang indah. Namun, di balik nama ini, terselib suatu tugas yang berat untuk anda kalian yaitu menyebarkan kembang-kembang iman, menyebarkan keharuman Kristus sendiri di mana pun anda berada dan kemana pun anda pergi agar semua orang dapat mengalami keselamatan Allah. Semoga Tuhan selalu menyertai Anda sekalian, kata Sri Paus.

Penulis mencatat, Sri Paus Yohanes Paulus II dalam kunjungan kegembalaannnya sebelum memulai misa pontifikal maupun saat menutup perayaan agung itu selalu memberikan berkat apostolik baik untuk 250 ribu lebih umat Katolik yang hadir saat itu, maupun untuk umat Katolik di dunia umumnya. God bless you all, In the Father, and The Son, and The Holy Spirit. Amin, kata Sri Paus.

Baca Juga :  Potret Buram di Kawasan Taman Herman Fernandez Kota Larantuka

Pesan dan berkat apostolik Sri Paus saat itu digemakan ke seluruh dunia melalui dua penyiar radio Vatikan yang selalu menyiarkan jalannya misa pontifikal itu, dan diliput belasan jurnalis televisi nasional dan dunia, termasuk dari Vatikan.

Memikirkan Nasib Dunia

Kedatangan Sri Paus John Paul II di Kota Maumere saat itu menjadi perhatian dunia internasional. Sri Paus sendiri juga meskipun secara khusus mengunjungi Maumere, namun sebagai Pemimpin Tertinggi umat Katolik sedunia dan Pemimpin Negara Vatikan, Sri Paus selalu memikirkan nasib warga dunia,termasuk selama kunjungan dua harinya di Kabupaten Sikka.

Perihal Sri Paus yang selalu memikirkan nasib warga dunia, termasuk saat mengujungi Maumere disampaikan oleh Uskup Agung Ende Mgr. Donatus Djagom, SVD yang note bene selalu bersama Sri Paus selama berada di Gelora Samador, maupun saat audiensi dengan para imam di Seminari Tinggi Ledalero, dan saat menginap semalam di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret usai memimpin misa di Gelora Samador.

Baca Juga :  Memulihkan Narasi: Dari ‘Spreadsheet’ Menuju ‘Eudaimonia’

Uskup Donatus dalam kesaksiannya menulis Bapa Suci memang sungguh menaruh minat luar biasa terhadap perkembangan iman umatnya di seluruh dunia. Beliau adalah seorang pribadi pendengar yang sanggup merasakan suka-duka, kegembiraan-harapan, penderitaan dan perjuangan umatnya.

Masalah-masalah yang dihadapi umatnya dirasakannya sebagai masalah yang menuntut keprihatinan dan keterlibatan yang penuh dari dirinya, bahkan dalam mobil pun, Bapa Suci selalu memecahkan masalah-masalah dunia, demikian Mgr. Donatus Djagom sebagaimana tertulis dalam buku DIA DATANG Kenangan Kunjungan Paus Yohanes Paulus II Maumere, Flores 11-12 Oktober 1989.

Berita Terkait

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka
Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Selasa, 22 September 2026 - 08:05 WITA

Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Sabtu, 12 September 2026 - 20:10 WITA

Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati

Berita Terbaru