Dan terutama sebagai awam, anda dipanggil untuk menerangi dan mengurus hal-hal dari dunia ini, serta mengilhami semua itu dengan semangat Injil, sehingga seluruh kehidupan bangsa secara efektif dapat meningkatkan dan menjunjung tinggi hak dan martabat manusia dari para anggotanya, kata Sri Paus.
Khotbah Sri Paus ditutup dengan pesan bernas dalam Bahasa Indonesia, demikian kutipannya, Flores, Nusa Bunga, sebuah nama yang indah. Namun, di balik nama ini, terselib suatu tugas yang berat untuk anda kalian yaitu menyebarkan kembang-kembang iman, menyebarkan keharuman Kristus sendiri di mana pun anda berada dan kemana pun anda pergi agar semua orang dapat mengalami keselamatan Allah. Semoga Tuhan selalu menyertai Anda sekalian, kata Sri Paus.
Penulis mencatat, Sri Paus Yohanes Paulus II dalam kunjungan kegembalaannnya sebelum memulai misa pontifikal maupun saat menutup perayaan agung itu selalu memberikan berkat apostolik baik untuk 250 ribu lebih umat Katolik yang hadir saat itu, maupun untuk umat Katolik di dunia umumnya. God bless you all, In the Father, and The Son, and The Holy Spirit. Amin, kata Sri Paus.
Pesan dan berkat apostolik Sri Paus saat itu digemakan ke seluruh dunia melalui dua penyiar radio Vatikan yang selalu menyiarkan jalannya misa pontifikal itu, dan diliput belasan jurnalis televisi nasional dan dunia, termasuk dari Vatikan.
Memikirkan Nasib Dunia
Kedatangan Sri Paus John Paul II di Kota Maumere saat itu menjadi perhatian dunia internasional. Sri Paus sendiri juga meskipun secara khusus mengunjungi Maumere, namun sebagai Pemimpin Tertinggi umat Katolik sedunia dan Pemimpin Negara Vatikan, Sri Paus selalu memikirkan nasib warga dunia,termasuk selama kunjungan dua harinya di Kabupaten Sikka.
Perihal Sri Paus yang selalu memikirkan nasib warga dunia, termasuk saat mengujungi Maumere disampaikan oleh Uskup Agung Ende Mgr. Donatus Djagom, SVD yang note bene selalu bersama Sri Paus selama berada di Gelora Samador, maupun saat audiensi dengan para imam di Seminari Tinggi Ledalero, dan saat menginap semalam di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret usai memimpin misa di Gelora Samador.
Uskup Donatus dalam kesaksiannya menulis Bapa Suci memang sungguh menaruh minat luar biasa terhadap perkembangan iman umatnya di seluruh dunia. Beliau adalah seorang pribadi pendengar yang sanggup merasakan suka-duka, kegembiraan-harapan, penderitaan dan perjuangan umatnya.
Masalah-masalah yang dihadapi umatnya dirasakannya sebagai masalah yang menuntut keprihatinan dan keterlibatan yang penuh dari dirinya, bahkan dalam mobil pun, Bapa Suci selalu memecahkan masalah-masalah dunia, demikian Mgr. Donatus Djagom sebagaimana tertulis dalam buku DIA DATANG Kenangan Kunjungan Paus Yohanes Paulus II Maumere, Flores 11-12 Oktober 1989.










