Setelah itu, Sri Paus memasuki ruang persiapan untuk memulai Perayaan Ekaristi. Saat memasuki altar agung, Sri Paus disambut dengan nyanyian Salam. Salam Bapa Suci, O Bapak Gembala Selamat Datang ke Tengah Umatmu.
Pada saat perayaan ekaristi dimulai, tepat pukul 15.00 Wita, saat Sri Paus berdiri di altar agung, paduan koor yang beranggotakan 1.000 orang membawakan yang sangat meriah dan khidmat yang dipimpin Pater Daniel Kiti, SVD. Suasana semakin bernuansa suci tatkala 220 penari dengan busana adat dari pelbagai daerah di NTT membawakan tarian yang semakin memberikan nuansa keindahan pada lagu yang dibawakan.
Para anggota koor juga menyanyikan lagu yang dipadukan dengan para penari asuhan Pater Bernard Boli,DVD; Pater Dan Kiti, SVD; Oscar P. Mandalangi, Herman Yosef, dan Nyonya B. Kasilda Kaunang. Sementara koor dipimpin Pater Daniel Kiti, SVD dan Geradus Paga.
Pesan Untuk Dunia
Sri Paus John Paul II saat itu memimpin misa dalam Bahasa Indonesia dengan tema Menjadi Saksi Kristus Bersama Bunda Maria. Misa Pontifikal ini didampingi 14 uskup dan dua kardinal.
Sri Paus mengawali khotbahnya atau pesan Apostoliknya, antara lain menyatakan kegembirannya karena dapat mempersembahkan kurban Ekaristi yang merupakan pusat dan puncak dari kesatuan kita di bumi Maumere yang terberkati, dan berkumpul sebagai umat Allah bersama Santo Bapa dan para uskup dari daerah ini, termasuk gembala Keuskupan Agung Ende. Mgr. Donatus Djagom.
Saya begitu gembira dapat mempersembahkan kurban Ekaristi yang merupakan pusat dan puncak dari kesatuan kita di bumi Maumere yang terberkati ini, berkumpul sebagai umat Allah bersama Santo Bapa dan para uskup dari daerah ini, termasuk gembala Keuskupan Agung Ende. Mgr. Donatus Djagom. Pada hari ini nyatalah persaudaraan kita, kata Sri Paus sebagaimana dimuat dalam buku DIA DATANG Kenangan Kunjungan Paus Yohanes Paulus II Maumere, Flores 11-12 Oktober 1989 yang diliput tim penulis dan dirangkum oleh Fr. Frans Emanuel da Santo, Anas Sani Bethan, dan Aldof Sanar halaman 12.
Selanjutnya, Sri Paus dalam khotbahnya yang terinspirasi bacaan yang diambil dari Injil Yohanes bab 2:1-12 tentang Perkawinan di Kana meggarisbawahi sosok Bunda Maria yang memberikan kesaksian tentang kuasa Ilahi Yesus Putranya di depan umum melalui mujizat perdana mengubah air menjadi anggur, dan menegaskan peran Maria yang selalu menyertai siapa saja melalui doa-doanya.
Sri Paus dalam pesan apostoliknya yang digaungkan dari Gelora Samador Maumere saat itu selalu mengingatkan orang katolik dan orang Indonesia untuk senantiasa mengambil bagian secara penuh dalam kehidupan berbangsa dengan bekerja pantang mundur untuk memajukan kepentingan umum dan memperbaiki masalah-masalah sosial.










