Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi - FloresPos Net - Page 4

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah itu, Sri Paus memasuki ruang persiapan untuk memulai Perayaan Ekaristi. Saat memasuki altar agung, Sri Paus disambut dengan nyanyian Salam. Salam Bapa Suci, O Bapak Gembala Selamat Datang ke Tengah Umatmu.

Pada saat perayaan ekaristi dimulai, tepat pukul 15.00 Wita, saat Sri Paus berdiri di altar agung, paduan koor yang beranggotakan 1.000 orang membawakan yang sangat meriah dan khidmat yang dipimpin Pater Daniel Kiti, SVD. Suasana semakin bernuansa suci tatkala 220 penari dengan busana adat dari pelbagai daerah di NTT membawakan tarian yang semakin memberikan nuansa keindahan pada lagu yang dibawakan.

Para anggota koor juga menyanyikan lagu yang dipadukan dengan para penari asuhan Pater Bernard Boli,DVD; Pater Dan Kiti, SVD; Oscar P. Mandalangi, Herman Yosef, dan Nyonya B. Kasilda Kaunang. Sementara koor dipimpin Pater Daniel Kiti, SVD dan Geradus Paga.

Pesan Untuk Dunia

Baca Juga :  Penerapan E-Government di Indonesia Sebagai Upaya Minimalisir Korupsi

Sri Paus John Paul II saat itu memimpin misa dalam Bahasa Indonesia dengan tema Menjadi Saksi Kristus Bersama Bunda Maria. Misa Pontifikal ini didampingi 14 uskup dan dua kardinal.

Sri Paus mengawali khotbahnya atau pesan Apostoliknya, antara lain menyatakan kegembirannya karena dapat mempersembahkan kurban Ekaristi yang merupakan pusat dan puncak dari kesatuan kita di bumi Maumere yang terberkati, dan berkumpul sebagai umat Allah bersama Santo Bapa dan para uskup dari daerah ini, termasuk gembala Keuskupan Agung Ende. Mgr. Donatus Djagom.

Saya begitu gembira dapat mempersembahkan kurban Ekaristi yang merupakan pusat dan puncak dari kesatuan kita di bumi Maumere yang terberkati ini, berkumpul sebagai umat Allah bersama Santo Bapa dan para uskup dari daerah ini, termasuk gembala Keuskupan Agung Ende. Mgr. Donatus Djagom. Pada hari ini nyatalah persaudaraan kita, kata Sri Paus sebagaimana dimuat dalam buku DIA DATANG Kenangan Kunjungan Paus Yohanes Paulus II Maumere, Flores 11-12 Oktober 1989 yang diliput tim penulis dan dirangkum oleh Fr. Frans Emanuel da Santo, Anas Sani Bethan, dan Aldof Sanar halaman 12.

Baca Juga :  Huntara, Bahasa Penderitaan dan Kritik Sosial Penyintas

Selanjutnya, Sri Paus dalam khotbahnya yang terinspirasi bacaan yang diambil dari Injil Yohanes bab 2:1-12 tentang Perkawinan di Kana meggarisbawahi sosok Bunda Maria yang memberikan kesaksian tentang kuasa Ilahi Yesus Putranya di depan umum melalui mujizat perdana mengubah air menjadi anggur, dan menegaskan peran Maria yang selalu menyertai siapa saja melalui doa-doanya.

Sri Paus dalam pesan apostoliknya yang digaungkan dari Gelora Samador Maumere saat itu selalu mengingatkan orang katolik dan orang Indonesia untuk senantiasa mengambil bagian secara penuh dalam kehidupan berbangsa dengan bekerja pantang mundur untuk memajukan kepentingan umum dan memperbaiki masalah-masalah sosial.

Berita Terkait

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka
Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Selasa, 22 September 2026 - 08:05 WITA

Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Sabtu, 12 September 2026 - 20:10 WITA

Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati

Berita Terbaru